Tampilkan postingan dengan label Info Sepak Bola. Tampilkan semua postingan

Prediksi Jersey Barcelona 2013/2014

Senin, 25 Februari 2013
Posted by Unknown
Prediksi Jersey Barcelona 2013/2014 - Pada kesempatan kali ini saya akan share tutorial tentang dunia sepak bola unik dan seru untuk kita simak. Yaitu prediksi kostum dari tim spanyol yaitu FC Barcelona. Khususnya untuk fans barca yang sedang mencari baju bola terbaru pada musim 2013/2014.

Banyak kalangan para komentator atau narasumber sedang memprediksikan jersey Barcelona home away pada musim 2013/2014, menurut para berpendapat. Jersey Barcelona pada musim depan tidak akan jauh dengan desain Barcelona pada musim 2010/2011 dengan jersey khasnya yaitu garis-garis vertikal. Namun, sayapun agak sedikit bingung pada jersey Barcelona pada musim depan. Ada dua jenis pada kostum home Barcelona, antara jersey pada tahun 2010/2011 dan 2011/2012. Lihat screenshot di bawah.

Jersey 2011/2012
Prediksi Jersey Barcelona 2013/2014

Prediksi lain jersey 2013/2014

Prediksi Jersey Barcelona 2013/2014

Seperti yang kita lihat screenshot diatas, perbedaan garis pada musim 2011/2012 dengan 2013/2014 warna merah lebih dominan ketimbang garis pada warna biru. Screenshot lain.

Jersey 2010/2011
Prediksi Jersey Barcelona 2013/2014

Prediksi lain jersey 2013/2014

Prediksi Jersey Barcelona 2013/2014
Prediksi Jersey Barcelona 2013/2014

Persis pada persamaan jersey Barcelona 2010/2011 dengan jersey 2013/2014, hanya sedikit perubahan pada bagian sponsor Qatar Airways dengan Qatar Foundation atau Unicef dan warna pada merah dan biru seperti yang kita lihat diatas sedikit agak gelap seperti jersey sekarang 2012/2013.

Kesimpulannya adalah para kalangan menyebutkan dan saya sempat lihat di tv juga, jersey Barcelona pada musim 2013/2014 yang lebih dominan adalah jersey 2013/2014 yang kedua pada diatas yang mirip dengan jersey 2010/2011. Hayoo sobat mau pilih yang mana? Sesuai selera yah.. Oke demikian postingan kita pada hari ini, semoga bermanfaat...
Description: Prediksi Jersey Barcelona 2013/2014
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Prediksi Jersey Barcelona 2013/2014

8 Pemain Sepak Bola Dengan Free Kick Terbaik

Kamis, 14 Februari 2013
Posted by Unknown
8 Pemain Sepak Bola Dengan Free Kick Terbaik - Sepakbola sebagai permainan paling digemari orang-orang diseluruh dunia dan selalu menyajikan tontonan yang sangat menghibur, dan setiap orang pasti memiliki tim favorit dan pemain kesayangan, namun uniknya kedua hal tersebut adalah hal yang terkadang berbeda. Mencintai sebuah tim namun menyukai pemain tertentu dari sebuah tim. Ini disebabkan pemain tersebut memiliki sebuah kelebihan salah satunya free kick atau tendangan bebas karena disinilah akan terlihat sebuah gol indah yang mempertontonkan skill dan ketrampilan pemain itu sendiri.

8. Shunsuke Nakamura.

Shunsuke Nakamura

Saat ini memperkuat Celtic F.C. di Scottish Premier League Skotlandia. Ia dikenal mempunyai tendangan bebas yang akurat serta pintar menciptakan peluang bagi rekan-rekannya. Nakamura sering dikritik karena fisiknya dianggap tidak cukup kuat, namun sejak bermain di Eropa ia telah banyak memperbaiki kelemahannya di bidang ini.

7. Andrea Pirlo.

Andrea Pirlo

Mempunyai ball potition yang sangat baik, dan tendangan Pirlo tidak kencang tetapi sangatlah terarah hal tersebut yang menjadi kunci dari free kick mematikan dari Pirlo.

6. Roberto Carlos.

Roberto Carlos

Carlos mempunya tendangan dengan kecepatan lebih dari 169 km/jam, sehingga sering sekali mencetak gol dari jarak yang jauh, selain itu Carlos juga mempunyai keistimewaan lain. Dapat menghasil kan free kick yang sangat melngkung dan juga keras!.

5. Juninho Pernambucano.

Juninho Pernambucano

Ia bermain untuk Olympique Lyonnais dan mengantarkan klub tersebut juara 7 kali berturur-turut Ligue 1 bersama teman-temannya di klub tersebut. Di Piala Dunia 2006 ia mencetak 1 gol saat Brazil menang 4-1 atas Jepang.

4. Steven Gerrad.

Steven Gerrad

Steven George Gerrard (lahir di Whiston, Inggris, 30 Mei 1980, umur 29 tahun) adalah seorang pemain sepak bola asal Inggris dan bermain di klub Liverpool. Dia memiliki tendangan bebas yang keras dan cenderung lurus ke arah gawang lawan. Gaya tendangan bebasnya ini mirip dengan gaya tendangan bebasnya Frank Lampard.

3. Alessandro Del Pierro.

Alessandro Del Pierro

Alessandro Del Piero mempunyai insting mencetak gol yang tinggi, selain itu Del piero juga mempunyai akurasi dan teknik free kick yang sangat baik.

2. Cristiano Ronaldo.

Cristiano Ronaldo

Mempunyai tendangan bebas yang sulit di jangkau oleh kiper, menukik dan kencang. Konon Ronaldo menemukan free kick gaya ini karena terinspirasi oleh pergerakan bola ping pong.

1. David Beckham.

David Beckham

Mempunyai tendangan bebas yang sangat akurat dan melengkung, disebut-sebut Beckham lah penendang free kick terbaik didunia saat ini. Rahasia dibalik tendangan yang begitu akurat dan melengkung terletak pada posisi saat mengambil tendangan tersebut yang amatlah miring. Kemiringinan tubuh becks sangatlah extrem sehingga rentan akan cedera.
Source
Description: 8 Pemain Sepak Bola Dengan Free Kick Terbaik
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: 8 Pemain Sepak Bola Dengan Free Kick Terbaik

10 Pemain Sepak Bola Dengan Gaji Tertinggi Di Dunia

Selasa, 27 November 2012
Posted by Unknown
10 Pemain sepak bola dengan gaji tertinggi di dunia. Gaji merupakan salah satu elemen penting dari seorang pemain, biasanya pemain top Eropa atau bahkan Dunia tak mau hanya digaji dengan uang 'receh'. Nah, siapakah pemain sepakbola dengan gaji terbesar? Inilah 10 pemain dengan gaji terbesar di dunia!
Di peringkat pertama ada Eto'o, mantan pemain Barcelona ini mendapatkan gaji sekitar 20 juta euro setiap satu musimnya, jika dikonversi ke rupiah gaji satu musim pemain asal Kamerun ini setara dengan 240 milliar rupiah per musim.

Di peringkat kedua terdapat nama Ibrahimovic, dengan gaji sebesar 14,5 juta euro per-musim, pemain PSG yang hijrah dari klub besar di Serie A, AC Milan, dengan banderol sebesar 20 juta euro.
Di peringkat ketiga ada nama Wayne Rooney, yang dulu sempat mengatakan ingin hengkang dari Manchester United, dan tiga hari setelah ungkapkan keinginannya untuk pergi menandatangani kontrak barunya di United dengan gaji 13,8 juta per-tahun.

Lalu, dimana nama Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo ? Lionel Messi dapatkan peringkat ke-9, dengan gaji 10,5 juta euro per-musimnya. Nama Ronaldo ada dibawah Messi, dengan mendapat 10 juta euro per-musim.
Jadi apakah alasan Ronaldo sedih hanya karena gajinya di Madrid tak lebih dari gaji dari Lionel Messi yang diberikan oleh Barcelona? Hanya Ronaldo sendiri yang mengetahui apakah hal tersebut benar atau hanya spekulasi media belaka. (Foto: Marca) Berikut 10 Pemain sepak bola dengan gaji tertinggi di dunia. Diantaranya:


Bagaimana sobat, itulah statistik gaji para pemain bintang di dunia. Ternyata Samuel Eto'o masih di puncak pada tahun ini, sekian dulu ya sobat blogger. Oh iya Terima Kasih buat sobat blogger semuanya yang sudah datang ke blog kami. Semoga Bermanfaat.
Description: 10 Pemain Sepak Bola Dengan Gaji Tertinggi Di Dunia
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: 10 Pemain Sepak Bola Dengan Gaji Tertinggi Di Dunia

10 Pertandingan Terbaik Timnas Indonesia

Senin, 26 November 2012
Posted by Unknown
Sepak Bola - Bagaimana nih sobat blogger semua, masih semangat gak baca keunikan tutorial di blog hilbram kurnia. Pastinya s'lalu semangat donk untuk menimba ilmu, ok langsung saja Inilah 10 penampilan terbaik Skuad Garuda di ajang Internasional.


1. Piala Dunia 1938
 

Meski pada piala dunia di Prancis ini bukan diwakili timnas sepakbola Indonesia, karena masih di bawah jajahan Hindia Belanda. Tapi Indonesia tetap bangga karena para pemain NIVU (Nederlandsche Indische Voetbal Unie), tim yang berangkat dengan bendera Hindia Belanda kebanyakan adalah orang pribumi. Semakin menggembirakan karena penampilan NIVU mencatat sejarah sebagai tim sepakbola Asia pertama yang tampil di piala dunia.

2. Olimpiade 1956
 

Di ajang yang diselenggarakan di Melbourne Australia, timnas sepakbola Indonesia memang gagal meraih tropi juara. Tapi tim besutan pelatih Toni Pogacknik (Yugoslavia) berhasil membuat sensasi dengan menahan imbang tanpa gol raksasa sepakbola dunia saat itu, Uni Soviet.

3. Asian Games 1958
 

Masih dilatih Toni Pogacknik, pada ajang yang digelar di Tokyo ini timnas berhasil meraih medali perunggu. Cukup berkesan dan sulit terlupakan karena merupakan medali pertama timnas sepakbola Indonesia di ajang resmi turnamen Internasional.

4. SEA Games 1987
 

Bertempat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, timnas sepakbola Indonesia untuk pertama kalinya sukses menjadi juara SEA Games. Adalah Ribut Waidi yang berhasil menyarangkan satu gol ke gawang Malaysia di partai final yang berlangsung seru dan menegangkan.

5. SEA Games 1991
 

Untuk kedua kalinya timnas sepakbola Indonesia berhasil meraih medali emas pada ajang bergengsi antar negara Asia Tenggara yang berlangsung di Manila, Filipina. Di babak pamungkas, Indonesia mengalahkan Thailand 4-3 melalui drama adu penalti.

6. Piala Asia 1996


Untuk pertama kalinya dalam sejarah, timnas sepakbola Indonesia berhasil lolos ke piala Asia. Di laga perdana yang berlangsung di Uni Emirat Arab, tim "Merah Putih" membuat kejutan dengan menahan imbang 2-2 Kuwait, pemegang juara piala Teluk. Tidak hanya itu, striker Widodo Cahyono Putra sukses menciptakan gol cantik yang dinobatkan sebagai gol terbaik Asia 1996.

7. Piala Asia 2004

 Ajang yang berlangsung di China ini merupakan kali ketiga timnas sepakbola Indonesia tampil di even bergengsi antar negara se-Asia tersebut. Di mana di ajang inilah "Pasukan Garuda" berhasil menorehkan sejarah baru, setelah mencatat kemenangan pertamanya di piala Asia dengan mengalahkan Qatar 2-1. Tim besutan pelatih Ivan Kolev (Bulgaria) sebenarnya berpeluang kembali mencatat sejarah lolos ke babak perempat-final. Sayang pada partai terakhir, Indonesia kalah 3-1 dari Bahrain.

8. Piala Tiger 2004
 

Meski gagal meraih juara setelah dikandaskan Singapura di babak final, timnas sepakbola Indonesia sukses melalui babak penyisihan dengan fantastis tanpa kebobolan satu gol pun di ajang ini. Yang paling mengesankan tentunya saat mengalahkan Malaysia di babak semi-final yang berlangsung seru dan dramatis. Indonesia sempat kalah 2-1 pada leg pertama di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, namun Boas Salossa dan kawan-kawan "mengamuk" di kandang Malaysia dan menang 4-1 di hadapan puluhan ribu pendukungnya.

9. Piala Asia 2007


Timnas sepakbola Indonesia meraih kemenangan keduanya di ajang piala Asia ketika mengalahkan Bahrain 2-1, tim yang pernah menyingkirkan Indonesia di even yang sama beberapa tahun lalu. Di ajang ini pula, striker Elie Aiboy mencetak gol indah ke gawang Arab Saudi yang membuat publik sepakbola nasional tersentak dan membanjiri stadion utama. Sayang tim yang kala itu di nahkodai pelatih asal Bulgaria Ivan Kolev, gagal lolos ke babak kedua, setelah dikalahkan tim kuat Korea Selatan 1-0 di laga terakhir penyisihan grup.

10. Piala Kemerdekaan 2008

 Meski tampil sebagai juara setelah Libya, yang sedang unggul sementara 1-0, menolak melanjutkan permainan di final. Tapi hasil yang diperoleh timnas sepakbola Indonesia di ajang tersebut menjadi penawar duka. Maklum saja, karena Indonesia sudah cukup lama tidak mampu meraih tropi juara turnamen internasional. Indonesia terakhir tampil sebagai juara di ajang ini pada 1961 dan 1962. Terlebih karena kemenangan itu diraih di tengah kondisi sepakbola nasional sedang terpuruk, akibat krisis kepemimpinan yang melanda PSSI.
Description: 10 Pertandingan Terbaik Timnas Indonesia
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: 10 Pertandingan Terbaik Timnas Indonesia
Sepak Bola - 10 Tim Sepak Bola Terbaik Sepanjang Masa. sobat blogger kita ketemu lagi di blog tutorial hilbram kurnia, ok langsung saja kita ke topik  10 Tim Sepak Bola Terbaik Sepanjang Masa di antaranya:

10. Juventus Era Lippi (1994-2003)


Marcello Lippi mengambil alih posisi manajer Juventus pada awal musim 1994-95. Ia lantas mengantarkan Juventus memenangi Seri-A untuk pertama kalinya sejak pertengahan 1980-an di musim 1994-95. Pemain bintang yang ia asuh saat itu adalah Ciro Ferrara, Roberto Baggio, Gianluca Vialli dan pemain muda berbakat bernama Alessandro Del Piero. Lippi memimpin Juventus untuk memenangi Liga Champions Eropa pada musim itu juga, dengan mengalahkan Ajax Amsterdam melalui adu penalti, setelah skor imbang 1-1 pada babak normal, dimana Fabrizio Ravanelli menyumbangkan satu gol untuk Juve.
Sesaat setelah bangkit kembali, para pemain Juventus yang biasa-biasa saja saat itu secara mengagumkan bisa mengembangkan diri mereka menjadi pemain-pemain bintang. Mereka adalah Zinedine Zidane, Filippo Inzaghi dan Edgar Davids. Juve kembali memenangi Seri-A musim 1996–97 dan 1997–98, termasuk juga Piala Super Eropa 1996dan Piala Interkontinental 1996. Juventus juga mencapai final Liga Champions di musim 1997 dan 1998, tetapi mereka kalah oleh Borussia Dortmund (Jerman) dan Real Madrid (Spanyol).
Setelah dua musim absen karena dikontrak oleh Inter Milan (dan gagal), Marcello Lippi kembali ke Juventus di awal 2001. Pria penyuka cerutu ini lantas membawa beberapa pemain biasa, yang kembali ia berhasil sulap menjadi pemain hebat, di antaranya Gianluigi Buffon, David Trézéguet, Pavel Nedvěd dan Lilian Thuram, dimana para pemain tersebut membantu Juve kembali memenangi dua gelar Seri-A di musim 2001-02 dan 2002-03. Juve juga berhasil maju kembali ke final Liga Champions, sayangnya mereka kalah oleh sesama tim Italia lain, AC Milan. Tahun berikutnya, Lippi diangkat menjadi manajer timnas Italia setelah bersaing ketat dengan Fabio Capello, dan mengakhiri eranya sebagai pelatih terbaik Juventus di era 1990-an dan awal 2000-an


9. Benfica era Eusebio (1960-1970)


Benfica adalah tim pertama untuk memecahkan dominasi  Real Madrid di awal Piala Champions Eropa . Setelah memenangkan dua Piala Champion berturut-turut melawan FC Barcelona (1961) dan Real Madrid (1962). Itu adalah kali terakhir Benfica memenangkan kompetisi internasional.
Selama dekade ini, Benfica  mencapai final Piala Champions Eropa tiga kali, tetapi mereka gagal meraihnya, setelah kalah melawan Milan (1963), Internazionale (1965), dan Manchester United (1968).
Pada tahun 1968, Benfica dianggap sebagai tim terbaik Eropa oleh Perancis Sepakbola , meskipun kekalahannya di Piala Champions. Banyak keberhasilan di tahun 1960-an dicapai berkat bintang mereka Eusebio. Bahkan, tahun 1960-an adalah periode terbaik sejarah Benfica, di mana klub memenangkan delapan  Kejuaraan (1960, '61, '63, '64, '65, '67, '68, dan '69), tiga Portugal Piala (1961, '64, dan '69), dan dua Piala Champions Eropa (1961 dan '62).

8. Juventus Era Trappatoni (1981-1993)


Era tangan dingin Trapattoni benar-benar membuat Seri-A porak poranda di 1980-an. Juve sangat perkasa di era tersebut, dengan gelar Seri-A empat kali di era tersebut. Setelah 6 pemainnya ikut andil dalam timnas Italia yang menjuarai Piala Dunia 1982 dengan Paolo Rossi sebagai salah satu pemain Juve kemudian terpilih menjadi Pemain Terbaik Eropa pada 1982, sesaat setelah berlangsungnya Piala Dunia di tahun tersebut ditambah dengan kedatangan bintang Prancis Michel Platini, Juventus kembali difavoritkan di musim 1982-83. Namun Juventus yang juga disibukkan dengan jadwal kejuaraan Eropa memulai kompetisi dengan lambat. Hal itu ditunjukkan dengan menelan kekalahan dari Sampdoria di pertandingan pembuka musim serta menang dengan tidak meyakinkan atas Fiorentina dan Torino. Sementara di Eropa, mereka berhasil menyingkirkan Hvidovre (Denmark) dan Standard Liege (Belgia) di penyisihan. Akan tetapi, Juventus kembali ke trek juara di musim dingin bersamaan keberhasilan mereka menembus perempat final Liga Champions. Selanjutnya, kemenangan atas Roma melalui 2 gol dari Platini dan Brio membuat jarak keduanya berselisih 3 poin dengan Roma di posisi puncak. Namun, karena konsentrasi Juve terpecah antara Serie A dan Liga Champions akhirnya tidak berhasil mengejar AS Roma yang menjadi juara. Juventus seharusnya bisa menumpahkan kekecewaannya di Liga saat mereka bertemu Hamburg di final Liga Champions tapi hal itu tidak terjadi. Berada di posisi kedua di kompetisi domestic dan Eropa, Juventus akhirnya berhasil merebut gelar penghibur saat menjuarai Piala Italia dan Piala Interkontinental.
Musim panas 1983, Juve kehilangan dua pilar inti mereka. Dino Zoff gantung sepatu di usia 41 tahun sedangkan Bettega beralih ke Kanada untuk mengakhiri karirnya di sana. Juve lantas merekrut kiper baru dari Avellino: Stefano Tacconi dan Beniamino Vinola dari klub yang sama. Sementara Nico Penzo menjadi pendampong Rossi di lini depan. Juve pada saat itu berkonsentrasi penuh di dua kompetisi, Liga dan Piala Winner. Hasilnya, melalui penampilan yang konsisten sepanjang musim, Juve merengkuh gelar liga satu minggu sebelum kompetisi usai. Dan gelar ini ditambah gelar lainnya di Piala Winner saat mereka mengalahkan Porto 2-1 di Basel pada 16 Mei 1984. Dua gelar ini sangat bersejarah dan merupakan prestasi bagi kapten klub Scirea dan kawan-kawan.
Setelah era keemasan Rossi usai, Michel Platini kemudian secara mengejutkan berhasil menjadi pemain terbaik Eropa tiga kali berturut-turut; 1983, 1984 dan 1985, dimana sampai saat ini belum ada pemain yang bisa menyamai dirinya. Juventus menjadi satu-satunya klub yang mampu mengantarkan pemainnya menjadi pemain terbaik Eropa sebanyak empat tahun berurutan.Platini juga menjadi bintang saat Juve berhasil menjadi juara Liga Champions Eropa pada 1985 dengan sumbangan satu gol semata wayangnya. Tragisnya, final melawan Liverpool FC dari Inggris tersebut yang berlangsung di Stadion Heysel Belgia, harus dibayar mahal dengan kematian 39 tifoso Juventus akibat terlibat kerusuhan dengan para hooligans dari Liverpool. Sebagai hukuman, tim-tim Inggris dilarang mengikuti semua kejuaraan Eropa selama lima tahun.Juventus kemudian merebut scudetto terakhir mereka di era 1980-an pada musim 1985-86, yang juga menjadi tahun terakhir Trappatoni di Juventus. Memasuki akhir 1980-an, Juve gagal menunjukkan performa terbaiknya, mereka harus mengakui keunggulan Napoli dengan bintang Diego Maradona, dan kebangkitan dua tim kota Milan, AC Milan dan Inter Milan.Pada 1990, Juve pindah kandang ke Stadio delle Alpi, yang dibangun untuk persiapan Piala Dunia 1990.

7. Inter Milan Era Hererra (1960-1968)


Setelah masa perang, Inter memenangi gelar Seri A lagi pada tahun 1953 dan yang ketujuh di tahun 1954. Setelah memenangi beberapa trofi ini, Inter memasuki masa keemasan mereka yang disebut La Grande Inter. Selama masa keemasan mereka, dibawah asuhan Pelatih Helenio Herrera, Inter memenangkan tiga trofi di tahun 1963, 1965, dan 1966. Pada waktu ini, Inter juga terkenal dengan kemenangan Piala Eropa dua kali berturut-turut. Di tahun 1963, Inter memenangkan trofi Piala Eropa mereka setelah mengalahkan klub terkenal Real Madrid. Musim selanjutnya, bermain di kandang mereka sendiri, Inter memenangkan trofi Piala Eropa untuk kedua kalinya setelah mengalahkan klub dari Portugal, Benfica.

6. liverpool era Bob Paisley (1974-1983)


Kejayaan Liverpool bersama Bill Shankly dilanjutkan Bob Paisley yang pada saat itu berusia 55 tahun. Dia menjabat sebagai manajer Liverpool FC dari tahun 1974 sampai 1983 dan hanya pada awal tahun Bob Paisley tidak dapat memberikan gelar untuk Liverpool FC. Selama 9 tahun Bob Paisley menjabat sebagai manajer Liverpool FC, beliau memberikan total 21 tropi, termasuk 3 Piala Champion, 1 Piala UEFA, 6 juara Liga Inggris dan 3 Piala Liga secara berturut-turut. Dengan semua gelar itu tidak salah bila Bob Paisley menjadi manajer tersukses yang pernah menangani klub Inggris. Tidak hanya sukses memberikan gelar untuk Liverpool FC, tetapi Bob Paisley juga sukses dalam melakukan regenerasi di tubuh Liverpool FC dengan tampilnya para bintang muda seperti: Graeme Souness, Alan Hansen, Kenny Dalglish dan Ian Rush. Walaupun Bob Paisley akan mewariskan sebuah skuat muda yang sangat hebat dan berbakat, tetapi dengan semua torehan gelar itu akan menjadi sangat berat buat siapapun penerusnya.
Sebagai penerus Bob Paisley yang pensiun di tahun 1983, Joe Fagan yang pada saat itu berusia 62 tahun, berhasil mempersembahkan treble buat Liverpool yaitu juara Liga, juara Piala Liga dan juara Piala Champion. Raihan ini menjadikan Liverpool FC sebagai klub sepakbola Inggris yang berhasil meraih 3 gelar juara sekaligus dalam 1 musim kompetisi. Sayangnya, catatan keemasan itu sedikit ternoda oleh insiden di stadion Heysel. Insiden yang terjadi sebelum pertandingan final Piala Champion antara Liverpool FC dan Juventus ini menewaskan 39 orang, sebagian besar adalah pendukung Juventus. Insiden ini mengakibatkan pelarangan bagi semua klub sepakbola Inggris untuk berkompetisi di Eropa selama 5 tahun. Dan Liverpool FC dilarang mengikuti semua kompetisi Eropa selama 10 tahun yang akhirnya dikurangi menjadi 6 tahun. Selain itu, 14 Liverpudlian didakwa bersalah atas peristiwa yang dikenal dengan Tragedi Heysel. Setelah peristiwa mengerikan itu, Joe Fagan memutuskan untuk pensiun dan memberikan tongkat manajerial selanjutnya kepada Kenny Dalglish yang ditunjuk sebagai player-manager. Joe Fagan menyerahkan tugas manajerial Liverpool FC kepada Kenny Dalglish yang pada saat itu sudah menjadi pemain hebat tetapi masih harus membuktikan kapabilitas sebagai seorang manajer.
Pada masa kepemimpinan Kenny Dalglish, Liverpool FC dibawa menjadi juara Liga Inggris sebanyak 3 kali dan juara Piala FA sebanyak 2 kali, termasuk gelar ganda juara Liga Inggris dan juara Piala FA pada musim kompetisi 1985/86. Bila tidak terkena sangsi dari UEFA, bisa dipastikan Liverpool FC menjadi penantang serius untuk merebut Piala Champion pada saat itu. Kesuksesan Liverpool FC di masa kepemimpinan Kenny Dalglish kembali dibayangi kejadian mengerikan lainnya yaitu Tragedi Hillsborough. Pada pertandingan semi-final Piala FA melawan Nottingham Forrest tanggal 15 April 1989, ratusan penonton dari luar stadion memaksa masuk ke dalam stadion yang mengakibatkan Liverpudlian yang berada di tribun terjepit pagar pembatas stadion. Hal ini mengakibatkan 94 Liverpudlian meninggal di tempat kejadian, 1 Liverpudlian meninggal 4 hari kemudian di rumah sakit dan 1 Liverpudlian lainnya meninggal dunia setelah koma selama 4 tahun. Akibat Tragedi Hillsborough ini pemerintah Inggris melakukan penelitian kembali mengenai faktor keamanan stadion sepakbola di negaranya. Dikenal dengan sebutan Taylor Report, menyebutkan bahwa penyebab dari Tragedi Hillsborough ini adalah faktor penonton yang melebihi kapasitas stadion karena kurangnya antisipasi dari pihak keamanan. Akhirnya pemerintah Inggris mengeluarkan undang-undang yang mewajibkan setiap klub divisi I Inggris untuk meniadakan tribun berdiri. Setelah menjadi saksi hidup dari tragedi mengerikan Heysel dan Hillsborough, 'King' Kenny Dalglish tidak pernah bisa lepas dari trauma yang menghinggapi dirinya. Akhirnya pada tanggal 22 Februari 1990 beliau mengumumkan pengunduran dirinya sebagai manajer Liverpool FC. Pengumuman yang sangat mengejutkan dunia sepakbola pada saat itu, karena Liverpool FC sedang bersaing ketat dengan Arsenal dalam perebutan gelar Liga Inggris. Alasan yang disebutkan oleh Kenny Dalglish pada saat itu adalah tidak bisa lagi menghadapi tekanan dalam menahkodai Liverpool FC. Selama beberapa minggu Liverpool FC ditangani oleh pelatih tim utama Ronnie Moran sebelum akhirnya Liverpool FC menunjuk Graeme Souness sebagai manajer berikutnya. 'King' Kenny Dalglish kemudian dikenang sebagai legenda terhebat Liverpool FC karena sangat sukses baik sebagai pemain maupun manajer.

5. Muenchen Era Franz Beckenbauer (1970-1977)


Udo Lattek mengambil alih pada tahun 1970. Setelah memenangkan piala di musim pertamanya, Lattek pimpin Bayern menjadi juara ketiga Jerman. Pertandingan penentu dalam musim 1971-72 melawan Schalke 04 adalah pertandingan pertama di baru Stadion Olimpiade , dan juga pertandingan disiarkan live pertama dalam sejarah Bundesliga. Bayern mengalahkan Schalke 5-1 dan dengan demikian merebut gelar, juga pengaturan beberapa catatan, termasuk poin diperoleh dan gol. Bayern juga memenangi dua kejuaraan berikutnya, tetapi puncaknya adalah kemenangan mereka di final Piala Eropa melawan Atletico Madrid , Bayern menang 4-0 yang setelah replay. Selama tahun-tahun berikutnya tim tidak berhasil dalam negeri, tetapi mempertahankan gelar Eropa mereka dengan mengalahkan Leeds United di akhir ketika Roth dan kemenangan Müller dijamin dengan tujuan akhir. Setahun kemudian di Glasgow , AS Saint-Étienne yang dikalahkan oleh  Roth dan Bayern menjadi klub ketiga untuk memenangkan trofi dalam tiga tahun berturut-turut. Trofi akhir dimenangkan oleh Bayern di era ini adalah Piala Intercontinental , di mana mereka mengalahkan klub Brasil Cruzeiro

4. Ajax Era Johan Cruyff (1965-1973)


Ajax  salah satu klub paling sukses di dunia, menurut IFFHS .Ajax adalah klub paling sukses ketujuh Eropa abad ke-20 Klub ini salah satu dari lima tim yang telah mendapatkan hak untuk menjaga Piala Eropa dan mengenakan lencana beberapa pemenang, mereka menang berturut-turut di 1971-1973. Pada tahun 1972, mereka menyelesaikan treble Eropa dengan memenangkan Belanda Eredivisie , Piala KNVB , dan Piala Eropa, untuk tanggal, mereka adalah satu-satunya tim untuk menjaga Piala Eropa dan mencapai treble Eropa.Mereka juga salah satu dari tiga tim untuk memenangkan treble dan Piala Intercontinental pada tahun musim / kalender yang sama;Hal ini dicapai pada musim 1971-72. Ajax, Juventus dan Bayern Munich adalah tiga klub untuk telah memenangkan semua tiga besar UEFA kompetisi klub.
Bersama Cruyff mereka klub di segani Dieranya ,Selain sederet piala,Mereka juga memainkan sepakbola Menyerang yg disebut Total Football.

3. Real Madrid Di Stefano (1953-1954)


Santiago Bernabéu Yeste terpilih menjadi presiden Real Madrid tahun 1943. Di bawah kepemimpinannya, Real Madrid kemudian berhasil membangun Stadion Santiago Bernabéu dan tempat berlatih klub di Ciudad Deportiva yang sebelumnya sempat rusak akibat Perang Saudara Spanyol. Pada 1953, Bernabeu kemudian mulai membangun tim dengan cara mendatangkan pemain-pemain asing, salah satunya adalah Alfredo Di Stéfano.
Pada tahun 1955, berdasar dari ide yang diusulkan oleh jurnalis olahraga Perancis dan editor dari L'Equipe, Gabriel Hanot, Bernabéu, Bedrignan, dan Gusztáv Sebes menciptakan sebuah turnamen sepak bola percobaan dengan mengundang klub-klub terbaik dari seluruh daratan Eropa. Turnamen ini kemudian menjadi dasar dari Liga Champions UEFA yang berlangsung saat ini. Di bawah bimbingan Bernabéu, Real Madrid memantapkan dirinya sebagai kekuatan utama dalam sepak bola, baik di Spanyol maupun di Eropa. Real Madrid memenangkan Piala Eropa lima kali berturut-turut antara tahun 1956 dan 1960, di antaranya kemenangan 7–3 atas klub Jerman, Eintracht Frankfurt pada tahun 1960. Setelah kelima berturut-turut sukses, Real secara permanen diberikan piala asli turnamen dan mendapatkan hak untuk memakai lencana kehormatan UEFA.Real Madrid kemudian memenangkan Piala Eropa untuk keenam kalinya pada tahun 1966 setelah mengalahkan FK Partizan 2–1 pada pertandingan final dengan komposisi tim yang seluruhnya terdiri dari pemain berkebangsaan Spanyol, sekaligus menjadi pertama kalinya dalam sejarah pertandingan Eropa. Tim ini kemudian dikenal lewat julukan "Ye-ye". Nama "Ye-ye" berasal dari "Yeah, yeah, yeah" chorus dalam lagu The Beatles berjudul "She Loves You" setelah empat anggota tim berpose untuk harian Diario Marca mengenakan wig khas The Beatles. Generasi "Ye-ye" juga berhasil menjadi juara kedua Piala Champions pada tahun 1962 dan 1964.
Pada 1970-an, Real Madrid memenangi kejuaraan liga sebanyak 5 kali disertai 3 kali juara Piala Spanyol. Madrid kemudian bermain pada final Piala Winners UEFA pertamanya pada tahun 1971 dan kalah dengan skor 1–2 dari klub Inggris, Chelsea. Pada tanggal 2 Juli 1978, presiden klub Santiago Bernabéu meninggal ketika Piala Dunia FIFA sedang berlangsung di Argentina. FIFA kemudian menetapkan tiga hari berkabung untuk menghormati dirinya selama turnamen berlangsung. Tahun berikutnya, klub mengadakan Kejuaraan Trofi Santiago Bernabéu sebagai bentuk penghormatan pada mantan presidennya tersebut.

2. Milan Era Sacchi (1987-1991)


Setelah serentetan masalah menerpa Milan, dan membuat klub kehilangan suksesnya, AC Milan dibeli oleh enterpreneur Italia, Silvio Berlusconi. Berlusconi adalah sinar harapan Milan kala itu. Dia datang pada 1986. Berlusconi memboyong pelatih baru untuk Milan, Arrigo Sacchi, serta tiga orang pemain Belanda, Marco van Basten, Frank Rijkaard, dan Ruud Gullit, untuk mengembalikan tim pada kejayaan. Ia juga membeli pemain lainnya, seperti Roberto Donadoni, Carlo Ancelotti, dan Giovanni Galli.
Dibawah kepelatihan Sacchi, Milan bermain berbeda dengan tim-tim Italia lain, dengan mengambil gaya bermain Brazil saat memenangkan Piala Dunia 1970, dan Ajax di era total football Rinus Michels. Dengan meninggalkan pola man-marking, menggantinya dengan permainan yang intensif, menyerang, dan pressing ketat, dia merevolusi wajah sepakbola Italia.
Barisan deffence Milan saat diisi oleh kuartet Italian best, di komandoi oleh Franco Baresi dan menampilkan sosok Paolo Maldini muda, dan trio Belanda: van Basten, Ruud Gullit, dan Frank Rijkaard yang menyokong penyerangan. Tim ini memenangkan Club World Cup dua kali, dan di Mei 1990, Milan mengalahkan Benfica untuk menjaga throphy tetap bermukim di San Siro, dan menjadi tim terakhir hingga saat ini yang dapat memenangkan Piala Champions 2 kali berturut-turut.

1. Barcelona Era Pep Guardiola (2008-2012)


Disebut - sebut sebagai Tim Terbaik sepanjang sejarah,bukan hanya karena memenangkan 6 gelar dalam setahun ataupun 2 Liga Champion,3 Laliga ,1 Copa Delrey,3 Super Copa Spanyol,1 Piala Dunia Antar Klub,Tetapi karena filosofi bermain yg selalu menyerang, Penguasaan Bola hingga 85%,Mayoritas pemain dari tim Yunior (Lamasia),Messi,Xavi dan Iniesta adalah peraih 3 besar pemain terbaik versi FIFA (FIFA Ballon D'Or).
Era keemasan Barcelona dimulai sejak kehadiran Frank Rijkaard dengan membeli pemain macam Ronaldinho,Eto'o,Daniel Alves,hingga Thiery Henry.
hingga th 2008 mengangkat Pep dari Pelatih Junior.
Hingga Kin Pep Guardiola mempersembahkan 10 Piala Bergengsi bagi Cules dalam 3 th kepelatihannya.
Description: 10 Tim Sepak Bola Terbaik Sepanjang Masa
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: 10 Tim Sepak Bola Terbaik Sepanjang Masa
Jersey Barcelona Dari Tahun Ketahun. Ok sobat blogger semua kali ini saya akan membahas tentang tutorial blog sepak bola FC. BARCELONA, ok saya akan menceritakan jersey Barcelona dari tahun ketahun:

 

Bagaimana sobat blogger, menarikan bukan. Maaf ya sobat blogger jika gambar kurang terlihat, khusus para suporter Barcelona indonesia maupun di asal negaranya Spanyol . Di tunggu yah untuk jersey tim dari tahun ketahun selain Barcelona, yang ada ide untuk di share tim kesayangan sobat blogger, komen yah. Insya allah saya langsung share jersey tim kesayanganmu.
Description: Jersey Barcelona Dari Tahun Ketahun
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Jersey Barcelona Dari Tahun Ketahun

10 Pemain Bola TerMahal Di Indonesia

Minggu, 25 November 2012
Posted by Unknown
Sepak Bola - Pemain Sepakbola Indonesia sekarang bisa dibilang mempunyai pendapatan yang berlimpah dan dari segi finansial mereka mendapatkan imbalan, gaji dan kontrak yang sangat besar. Apakah layak mereka memperoleh gaji yang besar.

Berikut adalah 10 Pemain Sepak Bola Ter-Mahal Di Indonesia, di rilis oleh suatu badan olahraga ternama di Indonesia yaitu Detik.com, dalam satu gaji mereka adalah dalam waktu kurun setengah musim.

1. Bambang Pamungkas RP. 1.370 Milyar



2. Irfan Bachdim RP. 1.265 Milyar



3. Budi Sudarsono RP. 1.250 Milyar



4. Cristian Gonzales RP. 1.200 Milyar



5. Boaz Salossa RP. 1.055 Milyar



6. Firman Utina RP. 980 Juta



7. Roman Chamello RP. 950 Juta

 

 8. Oliver Makor RP. 900 Juta



9. Agu Kasmir RP. 900 Juta




10. Muhammad Safee Sali RP. 900 Juta



Terima kasih ya sobat blogger udah berkunjung ke blog saya, semoga bermanfaat.
Description: 10 Pemain Bola TerMahal Di Indonesia
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: 10 Pemain Bola TerMahal Di Indonesia
Evolusi Bola Piala Dunia Dari Tahun Ketahun Hai.. Sobat blogger indonesia, kita berjumpa lagi nih di blog Hilbram Kurnia Blog's. Bagaimana sekarang keadaan para sobat blogger, sehat semuakan? mudah-mudahan sehat s'lalu AMIN... Ok sekarang kita akan membahas lagi nih kisah seputar unik persepak bolaan, sekarang kita bermain bola dengan bola bagus, empuk dan enteng. Tetapi sobat blogger, apakah sobat tau kalo sebenernya dulu bola jelek banget loh. Hehehe pasti sobat blogger gak maukan main dengan bola jelek, ok langsung saja tanpa basa basi nanti keburu basi langsung saja ini dia Evolusi Bola Piala Dunia Dari Tahun Ketahun:

1. Yang pertama, piala dunia Uruguay di tahun 1930. Nih gambar bolanya:


2. Yang kedua, piala dunia Italia di tahun 1934. Nih gambar bolanya:


3. Yang ketiga, piala dunia Prancis di tahun 1938. Nih gambar bolanya:


4. Yang keempat, piala dunia Brazil di tahun 1950. Nih gambar bolanya:


5. Yang kelima, piala dunia Swiss di tahun 1954. Nih gambar bolanya:


6. Yang keenam, piala dunia Swedia di tahun 1958. Nih gambarnya:


7. Yang ketuju, piala dunia Chili di tahun 1962. Nih gambar bolanya:


8. Yang kedelapan, piala dunia Inggris di tahun 1966. Nih gambar bolanya:


9. Yang kesembilan, piala dunia Meksiko di tahun 1970, Nih gambar bolanya:


10. Yang kesepuluh, piala dunia Jerman Barat di tahun 1974, Nih gambar bolanya:


11. Yang kesebelas, piala dunia Argentina di tahun 1978. Nih gambar bolanya:


12. Yang keduabelas, piala dunia Spanyol di tahun 1982. Nih gambar bolanya:


13. Yang ketigabelas, piala dunia Meksiko di tahun 1986. Nih gambar bolanya:


14. Yang keempatbelas, piala dunia Italia di tahun 1990. Nih gambarnya:


15. Yang kelimabelas, piala dunia Amerika Serikat di tahun 1994. Nih gambarnya:


16. Yang keenambelas, piala dunia Prancis di tahun 1998, Nih gambarnya:


17. Yang ketujuhbelas, piala dunia Korea Selatan dan Jepang di tahun 2002, Nih gambar bolanya:


18. Yang kedelapanbelas, piala dunia Jerman di tahun 2006. Nih gambar bolanya:


19. Yang terakhir, piala dunia Afrika Selatan di tahun 2010, Nih gambar bolanya: 


    Akhirnya sobat blogger, selesai juga saya membuat postingan. Hehehehe.. Tapi demi sobat blogger semua saya relakan dan tetap optimis membawa blogger indonesia tidak kalah dengan negara luar. Ok sekian dulu sobat Semoga Bermanfaat..

Description: Evolusi Bola Piala Dunia Dari Tahun Ketahun
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Evolusi Bola Piala Dunia Dari Tahun Ketahun
Welcome to My Blog

Popular Post

Labels

Followers

- Copyright © 2013 shad0w-share | Designed by Johanes Djogan -