Tampilkan postingan dengan label Motivasi Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Kemandirian - Halaman ini akan menjelaskan tentang pribadi mandiri menurut buku novel yang telah saya rangkum dalam kajian kita pada hari ini. Kemandirian.

Beberapa pengertian pribadi yang mandiri, antara lain sebagai berikut:
( ditulis oleh - Hilbram Kurniawan Saputra ).
Beberapa pengertian pribadi yang mandiri, antara lain sebagai berikut:
- Pribadi mandiri adalah pribadi yang berani, mau belajar, dan mau berlatih berdasarkan pengalaman hidupnya. Ia melihat, mencoba, dan merasakan sendiri hal-hal tertentu yang memang sudah seharusnya dilakukan. Contohnya, dengan kemauan sendiri berlatih suatu keterampilan tertentu, seperti musik, tari, dan teknologi.
- Pribadi mandiri adalah pribadi yang berani menetapkan gambaran hidup yang ia inginkan. Gambaran hidup ini menjadi tujuan yang hendak dicapai dalam hidupnya.
- Pribadi mandiri adalah pribadi berani mengarahkan kegiatan hidupnya untuk mencapai tujuan yang telah ia tetapkan sebelumnya. Ia memiliki langkah-langkah, kegiatan atau tingkah laku yang efektif untuk mencapai gambaran kehidupan yang diidealkan.
- Pribadi mandiri adalah pribadi yang berani menyusun langkah kegiatannya melalui tahapan yang realistis, berproses, dan membutuhkan waktu, dengan menyusun program dan menetapkan rentang waktu yang dibutuhkan, serta mau untuk mengevaluasinya.
- Pribadi mandiri adalah pribadi yang berani mengatur dan mengelola waktu dan kesempatan dalam banyak hal.
- Pribadi mandiri adalah pribadi yang berani menata dan menjaga diri. Ia terus berlatih untuk menjadi orang yang berkepribadian terpuji. Ia juga menjaga dan merawat kesehatan tubuhnya.
- Pribadi mandiri adalah pribadi yang berani mengambil keputusan secara cepat dan tepat, ia melakukannya berdasarkan data atau informasi yang memadai, mempelajari secara mendalam sebab dan akibatnya, memperhitungkan segala kemungkinan, menemukan solusi, menganalisis dampak dari solusi, dan ankhirnya mengambil keputusan dan menjalankannya dengan sadar dan bertanggung jawab.
- Pribadi mandiri adalah pribadi yang berani mengembangkan rasa percaya diri, mantap, tegas, dan bijaksana.
- Pribadi mandiri adalah pribadi yang berani mengurangi ketergantungan hidupnya dari orang lain untuk lebih banyak bersandar untuk kekuatan sendiri.
Untuk teman-temanku semua, janganlah menjadi orang yang manja terhadap kepribadian diri sendiri, karena dengan kepribadian yang tidak baik ini, membuat jati diri kita kotor di mata orang lain. dan Salam Sejahtera...
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Kemandirian
10 Kepribadian Tidak Baik yang Harus Kamu Hindari
Jumat, 08 Maret 2013
Posted by Unknown
Tag :
Motivasi Kehidupan
10 Kepribadian Tidak Baik yang Harus Kamu Hindari - Setiap orang pasti memiliki kepribadian masing-masing, dan dari masing-masing itu memiliki pendangan yang tersendiri, tapi itu kembali ke pendapat sesorang yang berhadapat dengan orang itu.

Nah itu kehidupan kedepan bersosial yang baik ada kalanya kita menghindari beberapa kepribadian yang Hilbram rangkum menjadi 10 keribadian yang harus dihindari.
1. Negative Thinking.
Berpikir negatif terhadap segala sesuatu yang ada di hadapan akan menyebabkan Kamu selalu mempersepsi objek yang Kamu lihat dengan cara yang buruk. Hindari sifat ini. Agar pikiran kalian lebih tenang. Orang yang memiliki etos yang baik akan selalu berupaya untuk berpikir positif, mencoba untuk mempersepsi segala sesuatu dengan cara pandang yang membuat jiwa lebih harmonis.
2. Suka Menyia-nyiakan Waktu.
Waktu adalah pedang, bila Kamu tidak menghunusnya, maka ia akan menghunus Kamu. Jika Kamu ingin menjadi suskes dalam meraih cita-cita Kamu, gunakan waktu Kamu sebaik-baiknya. Jikalau Kamu butuh istirahat, maka istirahatlah dengan cara yang berbobot.
Hukum kehidupan selalu menjadikan kehidupan umat manusia sakit,susah, dan senang. Bila seseorang menjalani kehidupannya dengan betah pada rasa sakit terlebih dahulu, maka ia akan menuai rasa senang dibelakang hari. Kamu harus memilih untuk menjadikan hidup Kamu lebih potensial dibandingan teman-teman Kamu yang lain.
3. Pesimistis.
Banyak orang memiliki potensi besar untuk menjadi orang sukses, baik secara modal maupun skill. Tetapi, ketika dihadapkan pada tantangan yang sangat kecil, ia gampang bersikap pesimistis. Menggali lubang untuk melarikan diri. Kita bukan undur-undur kawan, kita mahluk cerdas yang tak akan lari dari masalah. Belajarlah dari anak-anak mereka memiliki cita-cita yang begitu tinggi mengepalkan tangan dan pandangan lurus kedepan untuk sebuah cita-cita penting yang menjadi jalan kehidupan mereka.
4. Malas.
Tidak ada kisah orang sukses di dunia ini yang dalam proses kehidupannya malas-malasan, ongkang-ongkang kaki, kemudian tiba-tiba menjadi orang sukses. Kesuksessan hanya bisa ditempuh dengan cara kerja keras, rajin, tekun, dan berupaya dengan mengerahkan kemampuan pikiran, hati, sebagai spirit untuk mendorong aspek fisik.
5. Salah Memilih Teman.
Orang yang bisa memilih teman yang dengan baik akan memposisikan dirinya menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Teman merupakan bagian dari diri Kamu. Kalau teman Kamu bisa memberikan sesuatu yang terbaik bagi Kamu, tentu saja Kamu bisa memberikan yang terbaik pula pada teman Kamu. Jadilah orang yang cerdas, bukankah Kamu ingin tertular otak profesor? Atau tercium bau wangi dari penjual parfum?.
6. Ragu Dalam Melangkah.
Umumnya orang-orang menjadi ragu dalam melangkah karena tidak memiliki spekulasi yang tepat tentang masalah yang akan dijalani dalam kehidupanya. Keraguan dapat menghambat usaha yang dilakukan oleh seseorang, karena semangat untuk mengerjakan aktifitas yang telah dilakoni selama ini menjadi setengah-setengah. Kalau Kamu memiliki keteguhan hati dan tanggung jawab yang baik untuk melangkah dalam kehidupan Kamu, tentu saja Kamu tidak akan ragu-ragu.
7. Lari Dari Tanggung Jawab.
Jika ada kenikmatan yang membuat mereka puas, mereka mendekat, tetapi jika ada pekerjaan yang harus dilakukan, mereka menjauh. Itulah sifat orang yang lari dari tanggung jawab. Pada dasarnya orang yang lari dari tanggung jawab memiliki jiwa yang manja, jiwa yang tidak mau bersusah payah untuk membangun pekerjaan mereka.
8. Pembohong.
Dalam menjalin hubungan dengan orang lain, sifat dasar yang harus dimiliki oleh seseorang adalah kejujuran. Bila Kamu sudah tidak jujur, maka sulit untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain, sulit mendapatkan akses dan link yang lebih baik, meskipun ia memiliki potensi besar yang bisa menjanjikan dirinya untuk menjadi orang sukses.
9. Tidak Percaya Diri.
Percaya diri merupakan salah satu kunci tersendiri bagi kesuksesan seseorang dalam melakukan pekerjaan, Kamu bisa merasakan sendiri bukan ketika Kamu bekerja, kemudian Kamu merasa malu ketika ada orang yang menyaksikan Kamu bekerja, maka tentu saja pikiran Kamu tidak rileks atau tidak enjoy.
Percaya diri menjadi modal personalitas yang harus ada dalam diri Kamu jika Kamu menginginkan masa depan Kamu menjadi lebih cemerlang. Matahari baru akan meletup dalam diri Kamu ketika Kamu memiliki semangaat dan rasa percaya diri yang tinggi.
10. Sentimental dan Keras Kepala.
Ciptakanlah ruang kehidupan yang harmoni dan nyaman, Kamu dapat menebarkan aroma yang lebih nikmat diruang sunyi kehidupan Kamu, ucapkanlah terima kasih Kamu ketika menerima sesuatu, ikutla bersedih dengan orang yang menderita, tersenyum bersama orang-orang yang bahagia, dan cobalah Kamu membantu mencari solusi atas berbagai masalah yang sedang melanda mereka secara kreatif. Hindarilah bersikap keras kepala dan sentimen pada orang lain, maka hidup Kamu akan merasa tenang, Kamu akan merasa terbebas dari berbagai ancaman yang bisa melanda Kamu.
Apapun yang terangkum diatas silahkan kalian pilih dan simak dengan bijak waktunya kamu menentukan arah. Selamat Mencoba...
Source

Nah itu kehidupan kedepan bersosial yang baik ada kalanya kita menghindari beberapa kepribadian yang Hilbram rangkum menjadi 10 keribadian yang harus dihindari.
1. Negative Thinking.
Berpikir negatif terhadap segala sesuatu yang ada di hadapan akan menyebabkan Kamu selalu mempersepsi objek yang Kamu lihat dengan cara yang buruk. Hindari sifat ini. Agar pikiran kalian lebih tenang. Orang yang memiliki etos yang baik akan selalu berupaya untuk berpikir positif, mencoba untuk mempersepsi segala sesuatu dengan cara pandang yang membuat jiwa lebih harmonis.
2. Suka Menyia-nyiakan Waktu.
Waktu adalah pedang, bila Kamu tidak menghunusnya, maka ia akan menghunus Kamu. Jika Kamu ingin menjadi suskes dalam meraih cita-cita Kamu, gunakan waktu Kamu sebaik-baiknya. Jikalau Kamu butuh istirahat, maka istirahatlah dengan cara yang berbobot.
Hukum kehidupan selalu menjadikan kehidupan umat manusia sakit,susah, dan senang. Bila seseorang menjalani kehidupannya dengan betah pada rasa sakit terlebih dahulu, maka ia akan menuai rasa senang dibelakang hari. Kamu harus memilih untuk menjadikan hidup Kamu lebih potensial dibandingan teman-teman Kamu yang lain.
3. Pesimistis.
Banyak orang memiliki potensi besar untuk menjadi orang sukses, baik secara modal maupun skill. Tetapi, ketika dihadapkan pada tantangan yang sangat kecil, ia gampang bersikap pesimistis. Menggali lubang untuk melarikan diri. Kita bukan undur-undur kawan, kita mahluk cerdas yang tak akan lari dari masalah. Belajarlah dari anak-anak mereka memiliki cita-cita yang begitu tinggi mengepalkan tangan dan pandangan lurus kedepan untuk sebuah cita-cita penting yang menjadi jalan kehidupan mereka.
4. Malas.
Tidak ada kisah orang sukses di dunia ini yang dalam proses kehidupannya malas-malasan, ongkang-ongkang kaki, kemudian tiba-tiba menjadi orang sukses. Kesuksessan hanya bisa ditempuh dengan cara kerja keras, rajin, tekun, dan berupaya dengan mengerahkan kemampuan pikiran, hati, sebagai spirit untuk mendorong aspek fisik.
5. Salah Memilih Teman.
Orang yang bisa memilih teman yang dengan baik akan memposisikan dirinya menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Teman merupakan bagian dari diri Kamu. Kalau teman Kamu bisa memberikan sesuatu yang terbaik bagi Kamu, tentu saja Kamu bisa memberikan yang terbaik pula pada teman Kamu. Jadilah orang yang cerdas, bukankah Kamu ingin tertular otak profesor? Atau tercium bau wangi dari penjual parfum?.
6. Ragu Dalam Melangkah.
Umumnya orang-orang menjadi ragu dalam melangkah karena tidak memiliki spekulasi yang tepat tentang masalah yang akan dijalani dalam kehidupanya. Keraguan dapat menghambat usaha yang dilakukan oleh seseorang, karena semangat untuk mengerjakan aktifitas yang telah dilakoni selama ini menjadi setengah-setengah. Kalau Kamu memiliki keteguhan hati dan tanggung jawab yang baik untuk melangkah dalam kehidupan Kamu, tentu saja Kamu tidak akan ragu-ragu.
7. Lari Dari Tanggung Jawab.
Jika ada kenikmatan yang membuat mereka puas, mereka mendekat, tetapi jika ada pekerjaan yang harus dilakukan, mereka menjauh. Itulah sifat orang yang lari dari tanggung jawab. Pada dasarnya orang yang lari dari tanggung jawab memiliki jiwa yang manja, jiwa yang tidak mau bersusah payah untuk membangun pekerjaan mereka.
8. Pembohong.
Dalam menjalin hubungan dengan orang lain, sifat dasar yang harus dimiliki oleh seseorang adalah kejujuran. Bila Kamu sudah tidak jujur, maka sulit untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain, sulit mendapatkan akses dan link yang lebih baik, meskipun ia memiliki potensi besar yang bisa menjanjikan dirinya untuk menjadi orang sukses.
9. Tidak Percaya Diri.
Percaya diri merupakan salah satu kunci tersendiri bagi kesuksesan seseorang dalam melakukan pekerjaan, Kamu bisa merasakan sendiri bukan ketika Kamu bekerja, kemudian Kamu merasa malu ketika ada orang yang menyaksikan Kamu bekerja, maka tentu saja pikiran Kamu tidak rileks atau tidak enjoy.
Percaya diri menjadi modal personalitas yang harus ada dalam diri Kamu jika Kamu menginginkan masa depan Kamu menjadi lebih cemerlang. Matahari baru akan meletup dalam diri Kamu ketika Kamu memiliki semangaat dan rasa percaya diri yang tinggi.
10. Sentimental dan Keras Kepala.
Ciptakanlah ruang kehidupan yang harmoni dan nyaman, Kamu dapat menebarkan aroma yang lebih nikmat diruang sunyi kehidupan Kamu, ucapkanlah terima kasih Kamu ketika menerima sesuatu, ikutla bersedih dengan orang yang menderita, tersenyum bersama orang-orang yang bahagia, dan cobalah Kamu membantu mencari solusi atas berbagai masalah yang sedang melanda mereka secara kreatif. Hindarilah bersikap keras kepala dan sentimen pada orang lain, maka hidup Kamu akan merasa tenang, Kamu akan merasa terbebas dari berbagai ancaman yang bisa melanda Kamu.
Apapun yang terangkum diatas silahkan kalian pilih dan simak dengan bijak waktunya kamu menentukan arah. Selamat Mencoba...
Source
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: 10 Kepribadian Tidak Baik yang Harus Kamu Hindari
Etika Pergaulan - Saat pergaulan telah mulai luas, maka mau tidak mau dihadapkan dengan norma yang berlaku di masyarakat. Norma adalah aturan yang berlaku di kehidupan bermasyarakat. Suatu aturan yang bertujuan untuk mencapai kehidupan masyarakat yang aman, tertib, dan sentosa.

Namun, masih ada segelintir orang yang masih melanggar norma-norma dalam masyarakat, itu dikarenakan beberapa faktor, diantaranya adalah faktor pendidikan, ekonomi dan sebagainya. Dalam pergaulan di kenal adanya etika pergaulan. Etika pergaulan, yaitu sopan santun atau tata krama dalam pergaulan yang sesuai dengan situasi dan keadaan serta tidak melanggar norma-norma yang berlaku baik norma agama, kesopanan, adat, hukum, dan lain-lain. Etika pergaulan harus diperhatikan dikarenakan hal-hal sebagai berikut.
1. Manusia dituntut untuk saling berhubungan, mengenal, dan membantu.
2. Agar tingkah laku kita di terima dan disenangi oleh siapa saja yang bergaul dengan kita.
3. Tata krama dan tingkah laku sehari-hari merupakan cermin pribadi kita sendiri.
Sedangkan hal-hal yang harus diperhatikan dalam etika pergaulan, antara lain sebagai berikut.
1. Pandai menetapkan diri.
2. Dapat membedekan bagaimana sikap kita terhadap orang yang lebih tua, sebaya, dan yang lebih muda. Misalnya:
a. Orang yang lebih tua atau dituakan harus kita hormati.
b. Orang yang sebaya harus dihargai.
c. Orang yang lebih muda harus disayangi.
Etika sudah seharusnya dilakukan dimana saja kita hidup dan saat bersosialisasi dengan orang lain. Hal-hal yang dapat kita lakukan, antara lain sebagai berikut.
1. Di Rumah.
Saat dirumah, maka perlu diperhatikan dalam berinteraksi/berhubungan timbal baik dengan seluruh anggota keluarga.
2. Di Sekolah.
Di sekolah, ada aturan dalam berinteraksi/hubungan timbal balik dengan seluruh warga sekolah Kepala Sekolah, Guru, tenaga administrasi/TU, pesuruh sekolah, teman, dan sebagainya.
3. Di Masyarakat.
Dalam berinteraksi/hubungan timbal balik dengan anggota masyarakat. Misalnya, di toko dengan pelayan toko, di Kantor Pos dengan karyawannya, dan sebagainya.
Berikut merupakan contoh sopan santun dalam pergaulan.
a. Dalam berbicara.
b. Dalam berkenalan.
c. Dalam menelepon.
d. Dalam menegur/memberi hormat.
e. Dalam bertamu.
f. Dalam berpakaian.
g. Dalam surat-menyurat.
( ditulis oleh - Hilbram Kurniawan Saputra ).
Namun, masih ada segelintir orang yang masih melanggar norma-norma dalam masyarakat, itu dikarenakan beberapa faktor, diantaranya adalah faktor pendidikan, ekonomi dan sebagainya. Dalam pergaulan di kenal adanya etika pergaulan. Etika pergaulan, yaitu sopan santun atau tata krama dalam pergaulan yang sesuai dengan situasi dan keadaan serta tidak melanggar norma-norma yang berlaku baik norma agama, kesopanan, adat, hukum, dan lain-lain. Etika pergaulan harus diperhatikan dikarenakan hal-hal sebagai berikut.
1. Manusia dituntut untuk saling berhubungan, mengenal, dan membantu.
2. Agar tingkah laku kita di terima dan disenangi oleh siapa saja yang bergaul dengan kita.
3. Tata krama dan tingkah laku sehari-hari merupakan cermin pribadi kita sendiri.
Sedangkan hal-hal yang harus diperhatikan dalam etika pergaulan, antara lain sebagai berikut.
1. Pandai menetapkan diri.
2. Dapat membedekan bagaimana sikap kita terhadap orang yang lebih tua, sebaya, dan yang lebih muda. Misalnya:
a. Orang yang lebih tua atau dituakan harus kita hormati.
b. Orang yang sebaya harus dihargai.
c. Orang yang lebih muda harus disayangi.
Etika sudah seharusnya dilakukan dimana saja kita hidup dan saat bersosialisasi dengan orang lain. Hal-hal yang dapat kita lakukan, antara lain sebagai berikut.
1. Di Rumah.
Saat dirumah, maka perlu diperhatikan dalam berinteraksi/berhubungan timbal baik dengan seluruh anggota keluarga.
2. Di Sekolah.
Di sekolah, ada aturan dalam berinteraksi/hubungan timbal balik dengan seluruh warga sekolah Kepala Sekolah, Guru, tenaga administrasi/TU, pesuruh sekolah, teman, dan sebagainya.
3. Di Masyarakat.
Dalam berinteraksi/hubungan timbal balik dengan anggota masyarakat. Misalnya, di toko dengan pelayan toko, di Kantor Pos dengan karyawannya, dan sebagainya.
Berikut merupakan contoh sopan santun dalam pergaulan.
a. Dalam berbicara.
b. Dalam berkenalan.
c. Dalam menelepon.
d. Dalam menegur/memberi hormat.
e. Dalam bertamu.
f. Dalam berpakaian.
g. Dalam surat-menyurat.
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Etika Pergaulan
Pribadi yang Bertanggung Jawab - Tanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya, sehingga bertanggung jawab adalah kewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, dan memberikan jawab serta menanggung akibatnya.

Seorang pelajar memilki kewajiban belajar. Bila belajar, maka hal itu berarti ia telah memenuhi kewajiban serta dia juga telah bertanggung jawab atas kewajibannya. Sebagai pembandingnya adalah bila dalam ujian, apakah dia akan menerima nilai yang bagus atau jelek.
Seorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau pengertian, segala perbuatan dan akibatnya. Timbulnya sikap tanggung jawab karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Macam-macam tanggung jawab, antara lain sebagai berikut.
1. Tanggung jawab terhadap diri sendiri.
2. Tanggung jawab terhadap keluarga.
3. Tanggung jawab terhadap masyarakat.
4. Tanggung jawab terhadap bangsa dan negara.
5. Tanggung jawab terhadap tuhan.
( ditulis oleh - Hilbram Kurniawan Saputra ).
Seorang pelajar memilki kewajiban belajar. Bila belajar, maka hal itu berarti ia telah memenuhi kewajiban serta dia juga telah bertanggung jawab atas kewajibannya. Sebagai pembandingnya adalah bila dalam ujian, apakah dia akan menerima nilai yang bagus atau jelek.
Seorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau pengertian, segala perbuatan dan akibatnya. Timbulnya sikap tanggung jawab karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Macam-macam tanggung jawab, antara lain sebagai berikut.
1. Tanggung jawab terhadap diri sendiri.
2. Tanggung jawab terhadap keluarga.
3. Tanggung jawab terhadap masyarakat.
4. Tanggung jawab terhadap bangsa dan negara.
5. Tanggung jawab terhadap tuhan.
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Pribadi yang Bertanggung Jawab
Membentuk Pribadi Mandiri - Pada halaman atau postingan kita pada hari ini, untuk pertama kalinya, Hilbram Kurnia Blog's Tutorial telah merilis kategori baru plus dengan adanya postingan ini yang menjadi postingan berkategori Motivasi Kehidupan pertama kali di ciptakan.
Membentuk Pribadi Mandiri 
Tiga pola yang penting dalam membentuk perilaku mandiri, antara lain sebagai berikut:
1. Berpikir Mulai dari Tujuan Akhir Peran Kita dalam Kehidupan.
Setiap orang dalam melaksanakan perannya di dalam kegiatan, baik bisnis, organisasi, dan lingkungan hidupnya tentu memiliki tujuan atau misi. Misi adalah suatu yang kita jalankan atau perankan dalam hubungan kita bersama orang lain. Misi menjadikan kita memiliki arahan atau guide dalam bersikap dan bertindak dalam hubungan kita bersama orang lain. Sebagai contoh, dalam lingkungan sekolah, apabila dapat meraih nilai yang bagus dalam ujian kita dapat membuat bangga orang tua kita.
2. Mengambil Peran ( Terlibat Aktif ).
Setelah kita memiliki misi atau tujuan yang kita tetapkan dalam peran kita di dalam hubungan kita bersama orang lain, baik organisasi atau lingkungan kita, maka kita berusaha mengambil peran aktif yang secara sadar sebagai tanggung jawab atas misi yang telah kita terapkan. Secara proaktif ( sikap mengambil tindakan yang menguntungkan ) menetapkan cara-cara pencapaian misi atau tujuan. Kemampuan memenuhi janji atas diri sendiri adalah ciri pribadi yang mandiri. Disiplin dan komitmen adalah kunci sukses dari setiap pribadi yang sukses.
3. Mendahulukan Hal-hal Penting yang Bermanfaat.
Tentu saja dalam misi yang kita tetapkan kita perlu menentukan skala prioritas, mendahulukan hal-hal penting yang berhubungan dengan pencapaian misi. Serta mampu mengorbankan kesenangan yang sekarang untuk sebuah tujuan. Skala prioritas membantu kita dalam fokus dalam pencapaian misi sebab misi yang sangat tinggi tersusun oleh tujuan-tujuan jangka pendek maupun menengah. Dengan skala prioritas, membuat kita lebih nyata dalam menetapkan misi, adalah hal yang membedakan antara cita-cita dan angan-angan. Cita-cita adalah hal yang mungkin karena kita mengetahui cara mencapai tujuan yang nyata.
( ditulis oleh - Hilbram Kurniawan saputra ).
Tiga pola yang penting dalam membentuk perilaku mandiri, antara lain sebagai berikut:
1. Berpikir Mulai dari Tujuan Akhir Peran Kita dalam Kehidupan.
Setiap orang dalam melaksanakan perannya di dalam kegiatan, baik bisnis, organisasi, dan lingkungan hidupnya tentu memiliki tujuan atau misi. Misi adalah suatu yang kita jalankan atau perankan dalam hubungan kita bersama orang lain. Misi menjadikan kita memiliki arahan atau guide dalam bersikap dan bertindak dalam hubungan kita bersama orang lain. Sebagai contoh, dalam lingkungan sekolah, apabila dapat meraih nilai yang bagus dalam ujian kita dapat membuat bangga orang tua kita.
2. Mengambil Peran ( Terlibat Aktif ).
Setelah kita memiliki misi atau tujuan yang kita tetapkan dalam peran kita di dalam hubungan kita bersama orang lain, baik organisasi atau lingkungan kita, maka kita berusaha mengambil peran aktif yang secara sadar sebagai tanggung jawab atas misi yang telah kita terapkan. Secara proaktif ( sikap mengambil tindakan yang menguntungkan ) menetapkan cara-cara pencapaian misi atau tujuan. Kemampuan memenuhi janji atas diri sendiri adalah ciri pribadi yang mandiri. Disiplin dan komitmen adalah kunci sukses dari setiap pribadi yang sukses.
3. Mendahulukan Hal-hal Penting yang Bermanfaat.
Tentu saja dalam misi yang kita tetapkan kita perlu menentukan skala prioritas, mendahulukan hal-hal penting yang berhubungan dengan pencapaian misi. Serta mampu mengorbankan kesenangan yang sekarang untuk sebuah tujuan. Skala prioritas membantu kita dalam fokus dalam pencapaian misi sebab misi yang sangat tinggi tersusun oleh tujuan-tujuan jangka pendek maupun menengah. Dengan skala prioritas, membuat kita lebih nyata dalam menetapkan misi, adalah hal yang membedakan antara cita-cita dan angan-angan. Cita-cita adalah hal yang mungkin karena kita mengetahui cara mencapai tujuan yang nyata.
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Membentuk Pribadi Mandiri