Tampilkan postingan dengan label Puisi Kritik Sosial. Tampilkan semua postingan

Deklarasi Kemiskinan Oleh Walillahilham

Rabu, 27 Februari 2013
Posted by Unknown
DEKLARASI KEMISKINAN
Oleh Walillahilham

Miskin cinta
miskin jiwa
miskin keadilan
demokrasi berlanjut, pejabat yang terus m enganiaya rakyat kecil menguasai medan pertempuran, DPR (drop out rakyat), polisi (penegak lalulintas sikat duitnya), President (pernyataan sendiri enggan tepati janji)
inilah negri kita merdeka tanpa insiden rakyat jelata
sekutu terus tertawa hingga lahir tikus-tikus kantor di meja persandingan

Hancur.....
sedikit demi sedikit bulu garuda rontok
kurangnya sampo di setiap petinggi-petinggi bangsa indonesia
Description: Deklarasi Kemiskinan Oleh Walillahilham
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Deklarasi Kemiskinan Oleh Walillahilham

Naha, Cenah Oleh Moddi Madiana

Selasa, 26 Februari 2013
Posted by Unknown
NAHA, CENAH
Moddi Madiana

Cenah Walanda nu ngaranjah lemah kungsi diusir
Cenah Jepang nu ngarogahala kungsi diala jiwana
Cenah Inggris nu ngajejewet nagara kungsi disasaak
Cenah kominis nu ngotoran sarakan kungsi diperenan

Naha atuh kiwari,
Nu ngaranjah beuki rongkah
Nu ngarogahala beuki tohaga
Nu ngajejewet beuki awet
Nu ngotoran beuki sohor

Sanggeus urang Merdeka. !
Moddi Madiana
Subang, 17 Agustus 2011 Jam. 01.15 bada renungan suci
Description: Naha, Cenah Oleh Moddi Madiana
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Naha, Cenah Oleh Moddi Madiana
MASIH DIAM
Oleh Gunawan

Diam, tanpa laku.
Diam, tanpa suara.
Diam, tanpa nafsu.
Tapi, bukan diam tanpa imajinasi di kepala.

Aku, sedikit laku.
Aku, tak banyak suara.
Aku, minim nafsu.
Tapi, aku bukan hanya raga yang tak punya karya.

Menyelami dunia baru yang benar-benat baru, tak tersentuh.
Dimana?
Akupun tak tahu.
Mungkin hanya ada didalam lepala.

Mereka bilang itu hal gila, aku bilang itu hal lumrah.
Kegilaan adalah ketika melihat hanya dengan mata telanjang.
Melihat tanpa meneruskan ke otak.
Melihat hanya untuk mati karena terbahak-bahak.

Tertawa melihat mentari lari terbirit-birit ke ufuk barat, ingin sesegera tergantikan bulan, yang sinarnya tak akan membakar bumi dan isinya.
Bulan pun sebenarnya malu melihat hutan-hutan yang mulai tak berbusana.
Singa lebih memilih menetaskan telor-telor ayam yang sang induknya bingung mencari dahan tuk pijakan berkokok.
Terlelap diatas jerami, nikmat, daripada putar-putar mencari ketidakadaan mangsa, malah seperti raja goblok.

Kemana kaki melangkah?
Jangan tanyakan saya.
Mata kaki punya mata, walau tak bertelinga.
Tapi dia lebih perasa.

Diam, rancak laku.
Diam, ramai suara.
Diam, liar nafsu.
Inilah tak diam dalam kehidupan imajinasi dunia.
Description: Masih Diam Oleh Gunawan
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Masih Diam Oleh Gunawan
AIR MATA RAKYAT PALESTINA
Oleh Israyanti Iskandar

Begitu malang nasib seekor Harimau
Mereka mati karena kekejaman manusia
Begitupun Rakyat Palestina
Yang tewas terbunuh karena kekejaman Israel �

Lihatlah wajah mereka
Yang terus mengeluarkan Air Mata
Karena kehilangan orang-orang yang mereka Sayangi �

Apakah Israel masih memiliki Hati ?
Apakah Israel bisa merasakan sedik saja
Perasaan Rakyat Palestina �.
Tak ada yang dapat Rakyat Palestina Lakukan Selain mengikhlaskan
Kepergian orang �orang yang mereka sayang �
Description: Air Mata Rakyat Palestina Oleh Israyanti Iskandar
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Air Mata Rakyat Palestina Oleh Israyanti Iskandar
SYAIR UNTUK IBU
Oleh Agung Satria

Rona-rona senja memerah
Menganga menelan sang surya
Mencoba menelannya dalam-dalam
Disimpannya tuk di muntahkan di ufuk fajar

Sang Ibu memutarkan tubuhnya
Menyaksikan setiap perubahan
Perubahan dari tangan-tangan penentang takdir
Tangan-tangan pembawa kehancuran

Haruskah kau tetap diam wahai Ibu?!
Meski tangan-tangan kotor itu
Meski pikiran-pikiran dan tubuh busuk itu
Telah menelanjangimu Ibu

Wahai Ibu.....
Tunjukkan murkamu
Murkalah kepada mereka
Kepada tangan-tangan penuh dosa
Dosa-dosa dari karma mereka
Description: Syair Untuk Ibu Oleh Agung Satria
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Syair Untuk Ibu Oleh Agung Satria

Masa Depan Suram Oleh Nabilah

Kamis, 24 Januari 2013
Posted by Unknown
MASA DEPAN SURAM
Oleh Nabilah

Napsah
Santapan lezat hilangkan lelah
Napsah
Jalan keluar bagi orang yang putus asa
Dan napsah
Penghancur harapan juga cita-cita
Hancurkan akhlak dan moral
Hilangkan tuhan dalam pikiran
Harga mahal tak kan jadi hirauan
bila kau sudah terlena akannya
sugesti , candu
akan lebih jauh menyesatkanmu
ke dalam lembah kehancuran
tak peduli tua ,muda,
laki-laki ,perempuan
baik pengedar maupun pemakai
semuanya akan berakhir dengan penyesalan

Rugi,,,,,,,,
rugi yang kalian dpatkan
masa depan suram
uang melayang
hanya demi secuil kenikmatan
Description: Masa Depan Suram Oleh Nabilah
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Masa Depan Suram Oleh Nabilah
ANGKAT KAKI DAN KENJINGKAN SEPERTI ANJI*G
Oleh Eko Putra Ngudiraharjo

Seperti peluru melesat tanpa ampun.
Dan janji pun lewat tanpa menuntun.
Wilayah jadi rebutan ladang berharta.
Dan mengangkat kaki sambil tertawa.
"ini wilayahku,dan telah kuangkat kaki mengencing seperti anjing" gambaranku seperti itu hati mereka berkata.

Masih ingat ketika lapindo terbatuk.
Wilayah itu senyap dan berbau busuk.
Datangkah mereka untuk menjenguk.
Hanya membelakangi dan mengangguk-angguk.
Dan saat pencairan dana tiba menggaruk.
Ini yang serasa terdengar di hati menusuk.
"angkat kaki dan kencingkan seperti anjing,kemudian inilah kekuasaanku" penguasa teriak tak terpuruk.
Description: Angkat Kaki dan Kencingkan Seperti Anji*g
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Angkat Kaki dan Kencingkan Seperti Anji*g

Pesan Untuk Negeri Oleh Yeva Fadhilah Ashari

Selasa, 08 Januari 2013
Posted by Unknown
PESAN UNTUK NEGERI
Oleh Yeva Fadhilah Ashari

Rp 1000 = 1 buah pena
Rp 100.000 = 50 buah buku
Rp 1.000.000.000.000 = 100 buah gedung sekolah
Wahai tikusnya Penguasa Negeri ini,
Tak bisakah kau menghitung,
Ada seberapa banyak 0 yang kau curi ?
Tak bisa kah kau rasionalkan,
Lubang-lubang hukum yang meloloskan tipudayamu?
Tak bisa kah kau jelaskan,
Modus apa yang kau gunakan hingga
Pembuktian pengadilan selalu bernilai salah?

Seperti tikus, kau pandai menggaruk jalan
Jalan sin cos berliku yang menuju kejayaanmu sendiri
Tak bisakah kau mendengar,
Vector-vektor hujatan berarah padamu?
Tak bisakah kau melihat,
Garis-garis tentangan dari kami?
Dari rakyat, oleh rakyat , untuk rakyat�
sebuah idealisme yang imaginer�

Wahai tikusnya Penguasa Negeri ini,
Kau adalah bagian dari himpunan ketakbisaan..
dimensi dari kehancuran, dan
Logharitma dari bilangan pokok kemelaratan

Seandainya Tuhan mendifferensialkan
Keberadaanmu sampai nol,
Seandainya Tuhan menjatuhkan mu
Kedalam fungsi konveks, dititik minimum
Seandainya Tuhan mengimajinerkan,
Semua usaha dan harapanmu
Apakah kau masih bisa berlaku seperti ini sekarang?
Malangnya negeriku,

Untukmu,�
Wahai Penerus bangsa,
Rapatkan barisan perjuangan,
Jadilah orthogonal yang menegakkan keadilan
Tuntutlah ilmu sampai limit menuju tak hingga ,
dan jadikan negeri ini konvergen ke Kemakmuran.
Yeva Fadhilah Ashari
Alumnus LPJS (Lembaga Penulisan Jurnalistik Solopos)
Pengurus HIMATIKA FMIPA UNS Bidang mediasi
Pengurus LPM Scienta FMIPA UNS
Description: Pesan Untuk Negeri Oleh Yeva Fadhilah Ashari
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Pesan Untuk Negeri Oleh Yeva Fadhilah Ashari
AKU SIAPA AKU
Oleh Yulianto


Kata orang aku anak haram
aku coba mencoba menjawab:
BUKAN..bukan aku yang haram
melainkan perbuatan ibu,bapak,bapak,bapak dan masih banyak lagi bapakku yg lainnya...
Karna pebuatan bejat merekalah maka terlahirlah aku dengan sosok kehampaan jiwa.

Setelah ia melahirkan aku..?
kini ia entah kemana,
namun akan tetapi namanya masih tercantum didaun pintu,
dimana biasanya mami menawarkan ibuku kepada pelanggannya..

Betapa malang nasibku
harus lahir dengan segumpal darah tanpa JIWA
Betapa malang nasib ibuku
Terlahir suci,dan harus berakhir dengan sebutan:
MANTAN WANITA TUNA SUSILA (Wts)
Description: Aku Siapa Aku Oleh Yulianto
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Aku Siapa Aku Oleh Yulianto
TUHAN DIMANA
Oleh Azizah Nurhayati

Terdengar alunan syahdu panggil-Mu
Tersiar nada merdu di sudut gereja itu
Tak pula berhenti bisikan para bikhu
Tercium semerbak aroma dari Pura berbatu
Adakah Kau di sana, Tuhan?

Lima waktu mereka sujud kepada-Mu
Setiap minggu nyanyikan nama-Mu
Hening terduduk sebutkan baik-Mu
Sepi sunyi diam rasakan-Mu
Adakah Kau dengar, Tuhan?

Seketika pula Kau tunjukkan kekuatan-Mu
Lewat badai, topan, banjir, angin menyerbu
Kematian akhir hidup hempas tanpa ragu
Tangis bayi awal kehidupan baru
Itukah Kau, Tuhan?

Lantas ke mana Kau selama ini?
Tak jua kunjung hampiriku
Lelah ku menunggu, terisak, berdarah, membeku
Marah! Marah! Muak menusuk jantungku!
Di mana Kau, Tuhan? Aku mencari-Mu!

Bosan, kulihat dosa di dunia
Tak banyak bisa kurubah ini semua
Peduli pun sudah tiada, musnah hilang hanya nestapa!
Tuhan, Engkau di mana?
Tunjukkan keadilan yang tiada manusia bisa...

Dan waktu silih berganti, hari demi hari
Masih jua tak nampak keadilan di tempat ini
Oh Tuhan, adakah dosa takkan pergi?
Ataukah pintu surga tertutup ngeri
"Di mana Kau, Tuhan?" tanya kami.
Description: Tuhan Dimana Oleh Azizah Nurhayati
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Tuhan Dimana Oleh Azizah Nurhayati

Apa Arti Tulisan Ini? Oleh Carlos Homba

Jumat, 28 Desember 2012
Posted by Unknown
APA ARTI TULISAN INI???
Oleh Carlos Homba

Eksistensiku mulai kupertanyakan
tentang goresan sajak-sajak pendekku
di atas imajinasi kesepian
pada kertas putih
yang tetap diam dan tak pernah mengoreksi kesalahan EYD
lalu aku tetap tersenyum di atas kerapuhan kata-kataku

Kiasan selalu menjadi andalanku
ketika isi sajak ini
mulai memprioritaskan estetika
tanpa melihat kualitasnya

Di mana letak
mata...
jiwa...
dan ambisi
ketika para pengemis
mulai turun ke persimpangan lampu merah
dan halaman depan rumah
hancur digali besi bodoh kaum pengerat

Apa arti tulisan ini?
Ketika kepuasan menjadi tolak ukur aku berkarya
lalu menjilat manis tubuhnya sendiri

Berikan aku teori-teorimu
mungkin aku bisa mempraktekkannya
setelah selama ini menjadi pajangan di tembok kamarmu
Description: Apa Arti Tulisan Ini? Oleh Carlos Homba
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Apa Arti Tulisan Ini? Oleh Carlos Homba
MUSNAHLAH KAU
Oleh Trissa Meiristiva

Berapa kali aku harus mengatakannya?
Kau telah bakar kantong udara kami
Mulai dari yang lincah,yang masih suci,
dan bahkan si pemikat hati pria

Kau buat mereka lupa pada waktu
Seandainya, jika para insan tak sentuh kulitmu
Pasti mereka takkan jadi begini
Dan ku berharap kau pasti musnah

Dan sekarang,lihatlah,bibir mereka menghitam
Kau buat mereka terbatuk darah
Dan bahkan menjadi mangsa
Bagi kain kafan dan lubang kubur

Dan sebenarnya, suara siapakah yang mengajakmu untuk membakar kantong udara dan pengecap kami?
Description: Musnahlah Kau Oleh Trissa Meiristiva
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Musnahlah Kau Oleh Trissa Meiristiva
KAMI SIAP UNTUK MENJADIKANMU TIADA
Oleh Maydelin Tandipuang

Padamu wahai sosok penegak
Kami telah mengabdikan diri
Merendah pada kesewenang-wenanganmu
Menggores luka pada hati kami sendiri

Namun kini kami berdiri menatapmu sambil membangkang
Membangkang pada lemahnya tongkat penegakanmu

Salahkah kami?
Bila kini kami ingin mendobrak?
Mendobrak tembok kebobrokanmu

Salahkah kami?
Bila kini kami ingin berontak?
Berontak pada hati yang terus bertanya
Untuk apa kamu ada?

Apakah untuk sekedar menjadi panutan kebohongan?
Atau untuk menjadi tongkat kala kaki kami telah rapuh?

Sungguh kami ingin kamu tetap ada
Membantu kami melawan kemunafikan
Menopang kami memikul kebajikan

Bila kalian ingin ikut, ikutlah�.
Namun jika tidak, tolong minggir!
Kami siap untuk menjadikanmu tiada
Description: Kami Siap Untuk Menjadikanmu Tiada Oleh Maydelin Tandipuang
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Kami Siap Untuk Menjadikanmu Tiada Oleh Maydelin Tandipuang

Catatan Anak Negeri Oleh Setia Ekawati

Selasa, 11 Desember 2012
Posted by Unknown
CATATAN ANAK NEGERI
Oleh Setia Ekawati

Negeriku yang kaya
Sumber daya alamnya terbentang luas
Anak negeri ini hidup makmur
Tiada hari tanpa berpesta pora

Negeriku?
Apa ini negeriku?
Katanya kaya!
Kaya untuk apa?
Untuk siapa?

Negeriku.....
Apakah kau tidak melihat kami?
Kami yang terjajah di negeri sendiri
Kami yang tdak makan
Kami yang tidak mapu memperoleh pendidikan

Negeriku.....
Siapa yang harus disalahkan?
Kenapa kau telantarkan kami?
Kami ini anakmu.
Description: Catatan Anak Negeri Oleh Setia Ekawati
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Catatan Anak Negeri Oleh Setia Ekawati
YANG TERLUPAKAN
Oleh Meggy Kahlasi

Langkahku sudah letih�
suaraku meredup...
Air mataku sudah cukup menyuburkan
Pohon-pohon kokoh di negeri ini�
namun pelukan untuk anakku
masih hangat dan menenangkannya�

Penderitaan seakan
menjadi sahabat tebaik dalam hidup
tersenyum pun aku tak mampu lagi
sisa senyum yang masih tersimpan
hanya mampu ku ukir utk buah hatiku
agar jadi kekuatan baginya�.

Bukannya aku bagian dari Negara ini??
Bukannya aku adalah salah satu anakmu??
Namun mengapa aku seakan terlupakan??
Nama kaumku selalu dipakai untuk meraut keuntungan bagimu..
Kau menyimpan harapan kosong dlm hatiku
saat nama kaumku kau zebut dgn alasan �memperjuangkan�
Memperjuangkan apa????
Memperjuangkan dompetmu??
Memperjuangka perut anak istrimu??
Lalu siapa peduli tangisanku di tanah kandung ibuku sendiri???
Kau membuat aku takut akan takdirku sendiri.
Description: Yang Terlupakan Oleh Meggy Kahlasi
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Yang Terlupakan Oleh Meggy Kahlasi
GENERASI BINGUNG BICARA LANGSUNG
Oleh ERP

Mereka orang orang pilihan
mereka yang bijaksana,
mereka penuh dedikasi bertebaran,
mereka orang pandai dan berpenampilan,
mereka di puja di elu elu kan.
Mereka berdasi,garis bekas setrika di baju rapi tak habis di makan hari..
Mereka bahkan penuh materi..
Dan Mereka adalah wakil rakyat di negeri ini,

"semua itu hanya ilusi"
saat mereka tak bisa kukuh untuk kami ketua mu yang rapuh,saat mereka tak sedikitpun keluarkan peluh melihat nasib na'as para kaum buruh,
mereka tak mampu berjuang teguh pada keputusan penting yg kami butuh,
mereka hanya duduk berdiam mungkin pula dengan secangkir kopi,
tersenyum dan hanya mengawasi,
tak gesit dalam bergerak,
tak sedikit kasus diam tak di tindak,
mereka hanya bisa meraung raung saat ada kesempatan untung,
tak di hirau kami ketua mu terus berkabung,
pelototi enggan kami bertarung namun tak jua datang mereka pelindung..

Berpacu peluh kami hidup untuk sekedar dibawah cukup, beradu keluh kami menymbung hidup yg redup
beban teriaki kami kata kata tak sanggup.

Wahai Indonesia negara kami dan negara mereka wakil kami,

Tersentak pasti jemu mu terbayang saksi kan ini,
singkap busuk nya otak otak berbudi masa kini
mereka tak lagi memihak kami
mereka trus mengacuh kan janji janji,mereka berlari dari kami..

Tak ada ruang untuk kami melambung
tak ada tempat tepis kan susah ini berujung
tak ada peluang untuk kami generasi bingung
tak ada pikiran kalian cenderung ketawai kami murung,

Maaf kan kami yg terus tangisi ini,
generasi bingung bertambah dari hari ke hari..
Jika masih penting kan kami
"cepat nyatai ilusi ini"
Description: Generasi Bingung Bicara Langsung Oleh ERP
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Generasi Bingung Bicara Langsung Oleh ERP

Dimana Keadilan Negara Oleh Wanda Chairunnisa

Selasa, 04 Desember 2012
Posted by Unknown
DIMANA KEADILAN NEGARA
Oleh Wanda Chairunnisa

Banyak kasus dinegara ini
Mulai dari kasus ringan hingga berat
Tapi adakah keadilan dinegara ini?
Dimana keadilan itu?

Kasus pencuri sandal
Didenda, penjara, dan diberatkan kasus itu
Cuma karena orang miskin, orang yang gak mampuh
Maka dipenjara pun seperti dikandang ayam

Sedangkan kasus korupsi
Pemerintah hanya diam
Dan diberi fasilitas mewah dalam penjara
Bagaikan di istana, dan semua diringankan karena diberi uang

Padahal korupsi itu merugikan banyak orang
Terutama negara, masyarakat.
Daripada pencuri sandal, cuma merugikan seorang saja
Karena tidak mampuh membeli sandal.

Dimana keadilan itu?" adakah keadilan dinegara ini?"
Dimana pemerintah itu menegakkan hukum?"
Dimana Pemerintah itu memberi keadilan di negara ini?"
Negara ini akan hancur, kalau Pemerintah tidak adil!
Description: Dimana Keadilan Negara Oleh Wanda Chairunnisa
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Dimana Keadilan Negara Oleh Wanda Chairunnisa

Berbuat Manfaat Oleh Ustadz AMC

Jumat, 30 November 2012
Posted by Unknown
BERBUAT MANFAAT
Oleh Ustadz Awa Motivator Cinta (Ustadz AMC)

Occupation dan level t�lah tersemat
nama dan karya cipta pun tergurat
jenjang karir dan bisnis maju pesat
harta bertumpuk, tender kian lebat

Rumah megah, seni unik, berpahat
ornamen minimalis ragam warna cat
pagar kokoh, benteng kuat berkawat
busana necis bermerek plus langkat

Makan selalu opor ayam dan ketupat
tongseng, sate dan bakar ikan sepat
hamburger, pizza, hotdog dan donat
tak ada oncom demi mereguk lezat

Sangat berat saat memiliki pangkat
amanat padat ketika terima mandat
duduki tahta berdasarkan mufakat
hendak bekerja jujur agar tak dipecat

Saat iman rapuh matapun jadi jelalat
sikap pura-pura munculkan gelagat
lakukan korupsi membisikan isyarat
atur kode, sandi dan bersuara logat

Mengendap-endap seperti bangsat
merampas milik orang berbuat nekat
muncul penghalang digetok tongkat
tikam, pukul, hujam sampai ke jidat

Dekadensi moral terjerumus sindikat
menerima sogokan amplop pun dilipat
bila ada proyek saku selalu keciprat
modal dan keuntungan selalu disunat

Saat prestasi gemilang jaya menjabat
lakukan briefing dan mendadak rapat
lobi negosiasi atas namakan rakyat
kritis penuh ide kian sengit berdebat

Namun, sayang laporan pun sering telat
belum kelar namun langsung minggat
duduk berpindah, berlari dan meloncat
semua dianggap memang sudah bakat

Tuk pertahankan tahta percaya keramat
rawat tuyul ambil langkah yang kafarat
orientasi hidup hanya judi penuh ibarat
telan harta yatim, haram dan syubhat

Penat lelah pegal pergi ke tukang pijat
luluri lotion hampari kulit ari dan jangat
all body tanpa kecuali hingga ke pantat
tersengal nafsu birahi sampai muncrat

Semua dianggap life style yang moderat
tingkatkan martabat mendapatkan plakat
ikuti tren hedonisme budaya gaya plagiat
gelontorkan pulus biar lolos tanpa digugat

Hai kawan, ancaman sangatlah berakibat
tidakkah teringat fenomena ba�dal mamat
faidzan nujumu thumisat
wa idzas sama-u furijat

Wa idzal jibalu nusifat
wa idzar rusulu uqqitat
liayyi yaumin ujjilat
manusia kecil, hina dina bagaikan ulat

Tanpa bekal takwa pasti kelak melarat
wa idzan nufusu zuwwijat
wa idzal mau-udatu suilat
bi ayyi dzanbin qutilat

Saat tiba kiamat menggema maklumat
geger, hancur, gempar menuai cacat
wa idzal ardlu muddat
wa alqot ma fiha wa takhollat

Bila hanya ikuti hawa nafsu dan minat
membuahkan azab melanggar kodrat
kemaksiatan dianggap menjadi adat
bobrok kibuli, bodohi ayat muhkamat

Marilah berbenah sebelum kian gawat
sebelum qiamat berdentum dahsyat
sebelum membujur menjadi mayat
sebelum orang datang tuk melayat

Mohon ampun atas dosa yang menjerat
allahummaghfir lil mu�minina wal mu�minat
wal muslimina wal muslimat
al-ahya-i minhum wal amwat

Ketika ada cinta ikhwan dan akhwat
landasi ikatan nikah sebagai syarat
agar bisa saling asih dan merawat
dapat saling cengkrama dan melawat

Ku ingin meniti biduk lanjutkan duriat
ibadah penuh syukur dan berkhalwat
tunaikan sunah lewat cara yang sehat
halal bercinta kasih suci selalu terlibat

Ku harus bentengi diri pilar yang ketat
dosa, noda, nista mesti terus kugencat
menerangi hati asma Allah s�lalu kuingat
berkiprah manfaat demi jadikan berkat

Marilah semua dulur batur seluruh sobat
ciptakan cinta ukhuwah sebagai perekat
menjemput harapan yang sarat semburat
di haribaan-Nya menuai dekapan hangat

Puisi ini karya Ustadz Awa Motivator Cinta (Ustadz AMC)
Penulis buku MOTIVASI CINTA�
Description: Berbuat Manfaat Oleh Ustadz AMC
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Berbuat Manfaat Oleh Ustadz AMC

Sampah sampah yang Manis Oleh Sundari

Kamis, 29 November 2012
Posted by Unknown
SAMPAH-SAMPAH YANG MANIS
Oleh Sundari

Dia begitu indah di pandang
Keindahan nya membuat kehancuran
Menggerutu di aliran bangunan besar
menjilat yang haram,mengacuhkan yang halal

Berkomar-kamir dari utara ke selatan,dari timur ke barat
Demi setumpukan rezki Kotor yang mematikan
1 sampai 1000 atau mungkin lebih terkena serangan nya
Dia masih tetap tersenyum,mondar-mandir di tikungan Pemulung,pengemis yang kelaparan
Tanpa ada rasa salah Dia masih tetap tersenyum kepada mereka
dan berkata "MAAF SAYA TAK PUNYA UANG RECEH UNTUK DI BERIKAN PADA KALIAN"

Sampah-sampah yang manis
Begitu mengharukan
Pakai jaz,sepatu mengkilat,pakaian yang sangat rapi
Enak di pandang tapi sangat sulit tuk di lupakan,
bagi si miskin dan mudah bagi si PENJILAT
Hukum belaku buat jajahan jalanan bukan untuk PENJAJAH JALAN !!!
Description: Sampah sampah yang Manis Oleh Sundari
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Sampah sampah yang Manis Oleh Sundari
Welcome to My Blog

Popular Post

Labels

Followers

- Copyright © 2013 shad0w-share | Designed by Johanes Djogan -