Tampilkan postingan dengan label Puisi Romantis. Tampilkan semua postingan
Jemah Tabir Yang Kau Sulam Dengan Senyuman
Rabu, 27 Februari 2013
Posted by Unknown
Tag :
Puisi Romantis
JEMAH TABIR YANG KAU SULAM DENGAN SENYUMAN
Oleh Rezpectz Princez
Nuansa hari ini berjalan sangat pelan
Menuntunku dalam hari semu bermadu
Degup yang berbinar rindu kutitipkan lewat mimpi
Inginnya membuai mesra jemarimu
Sepotong kata yang tiap waktu berima
Membawa aroma dinginnya salju ke dalam dada
Sepatah sajakmu yang berdenyut mesra
Tak meletihkanku untuk mengagumimu
Biar lupakan kenangan yang menjadi cerita kelabu
Dan rasakan jangkah mata ini yang melejit semakin jauh
Dan semakin tau isi hatimu
Semua tau dari tarian gemulai senyum lembutmu
Yang membalut kesepian dalam paras berbuih
Disini aku masih tergelap cinta menunggumu
Membingkai hati dengan selimut kerinduan
Pada tepi ranting beruas yang menopang perhatianmu
Remuk merobek rusukku bila kau abaikan aku
Karena sebegitu panjangnya putaran hari tanpamu
Meski engkau tegap meratap kalbu
Tetap saja ku termangu membisu,
Oleh Rezpectz Princez
Nuansa hari ini berjalan sangat pelan
Menuntunku dalam hari semu bermadu
Degup yang berbinar rindu kutitipkan lewat mimpi
Inginnya membuai mesra jemarimu
Sepotong kata yang tiap waktu berima
Membawa aroma dinginnya salju ke dalam dada
Sepatah sajakmu yang berdenyut mesra
Tak meletihkanku untuk mengagumimu
Biar lupakan kenangan yang menjadi cerita kelabu
Dan rasakan jangkah mata ini yang melejit semakin jauh
Dan semakin tau isi hatimu
Semua tau dari tarian gemulai senyum lembutmu
Yang membalut kesepian dalam paras berbuih
Disini aku masih tergelap cinta menunggumu
Membingkai hati dengan selimut kerinduan
Pada tepi ranting beruas yang menopang perhatianmu
Remuk merobek rusukku bila kau abaikan aku
Karena sebegitu panjangnya putaran hari tanpamu
Meski engkau tegap meratap kalbu
Tetap saja ku termangu membisu,
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Jemah Tabir Yang Kau Sulam Dengan Senyuman
DAYANG KASIH
Oleh Martin
Kerap datang dalam mimpi
Lamunan mata hati terbayang-bayang selalu
Serupa sirr rotasi penuhi kulbi
Kiblat telah berganti arah padamu
Sajadah kuhampar pasrahkan diri
Untukmu, dinda
yang penuhi ruang khalwat
menari-nari di jidat
Hijab singkap sudah
usai pilah pilih akhir kurapatkan
simpuh sujud aku padamu
perkenankan kulilit benang merah mengikat kita
dalam romansa cinta karenaNya
kelak saat waktu telah takluk
Oleh Martin
Kerap datang dalam mimpi
Lamunan mata hati terbayang-bayang selalu
Serupa sirr rotasi penuhi kulbi
Kiblat telah berganti arah padamu
Sajadah kuhampar pasrahkan diri
Untukmu, dinda
yang penuhi ruang khalwat
menari-nari di jidat
Hijab singkap sudah
usai pilah pilih akhir kurapatkan
simpuh sujud aku padamu
perkenankan kulilit benang merah mengikat kita
dalam romansa cinta karenaNya
kelak saat waktu telah takluk
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Dayang Kasih Oleh Martin
Setengah Lagi Masih Menyatu di Jiwaku Oleh Eko Putra Ngudiraharjo
Rabu, 09 Januari 2013
Posted by Unknown
Tag :
Puisi Cinta,
Puisi Romantis
SETENGAH LAGI MASIH MENYATU DI JIWAKU
Oleh Eko Putra Ngudiraharjo
Sentuh hangat pagi menepuk.
Lukis garis ilalang membayang.
Titik pertemuan antara gelap dan terang tertekuk.
Melipat gelap meski pagi masih membungkuk.
Terdengar nyanyi penyair suara.
Seperti lantun rindu selepas mimpi.
Dari lelap mata hingga sadar membuka.
Tak lagi terhauskan peluk sang sepi.
Dari tempatku terduduk aku rindu.
Usap ketika jari memeluk rambutku.
Dari jarakku menatap aku membeku.
Terkaku dalam bujur arah rinduku.
Aku pernah bertanya tentangmu.
Pada ranting yang terkubur daun kering.
Dengan tiap warna langit yang membiru.
Bahkan bertanya senja ketika dengan petang dia bergunjing.
Ini tanyaku,
" wahai ranting,warna langit dan senja bergunjing, jika aku adalah sang perindu yang beku dan tiap syairku hanya ku lemparkan pada kalian. Apakah kalian masih mampu menjadi basah dari sang kering,tetap biru meski gelap mengadu ataukah tetap ada ketika malam merebut masa?"
Dari selipan sang fajar terjawab.
"Itulah rindu...!!"
terikat namun mampu menghempas.
Kuat tapi melemahkan nafas.
Dan jika ada yang bilang rinduku setengah mati.
Maka aku yang akan bilang rinduku setengah pergi.
Separuh ada pada nafasmu.
Setengah lagi masih menyatu di jiwaku.
Tawangsari, 30 September 2012
Oleh Eko Putra Ngudiraharjo
Sentuh hangat pagi menepuk.
Lukis garis ilalang membayang.
Titik pertemuan antara gelap dan terang tertekuk.
Melipat gelap meski pagi masih membungkuk.
Terdengar nyanyi penyair suara.
Seperti lantun rindu selepas mimpi.
Dari lelap mata hingga sadar membuka.
Tak lagi terhauskan peluk sang sepi.
Dari tempatku terduduk aku rindu.
Usap ketika jari memeluk rambutku.
Dari jarakku menatap aku membeku.
Terkaku dalam bujur arah rinduku.
Aku pernah bertanya tentangmu.
Pada ranting yang terkubur daun kering.
Dengan tiap warna langit yang membiru.
Bahkan bertanya senja ketika dengan petang dia bergunjing.
Ini tanyaku,
" wahai ranting,warna langit dan senja bergunjing, jika aku adalah sang perindu yang beku dan tiap syairku hanya ku lemparkan pada kalian. Apakah kalian masih mampu menjadi basah dari sang kering,tetap biru meski gelap mengadu ataukah tetap ada ketika malam merebut masa?"
Dari selipan sang fajar terjawab.
"Itulah rindu...!!"
terikat namun mampu menghempas.
Kuat tapi melemahkan nafas.
Dan jika ada yang bilang rinduku setengah mati.
Maka aku yang akan bilang rinduku setengah pergi.
Separuh ada pada nafasmu.
Setengah lagi masih menyatu di jiwaku.
Tawangsari, 30 September 2012
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Setengah Lagi Masih Menyatu di Jiwaku Oleh Eko Putra Ngudiraharjo
CINTAOleh R. Hakiem
Satu rasa untuk cinta
terhalang satu asa dalam dada
sebuah kisah berlalu indah
dalam alunan kehidupan tanpa resah
Angin berlalu membawa debu,
cahaya mata berlalu dalam kalbu,
ketika satu pinta berlalu,
jawab taktersisa,
Masih ku rasa,
keheningan menemani awal kehidupan,
masihkah selaksa terpatri,
saat jalan menuai duri,
Detik detik berlalu begitu sendu,
tapi tak ku temukan disisiku,
keheningan tetap tak bersuara,
apakah bisa tetap ku panggil,
kau dengan nama CINTA..
Satu rasa untuk cinta
terhalang satu asa dalam dada
sebuah kisah berlalu indah
dalam alunan kehidupan tanpa resah
Angin berlalu membawa debu,
cahaya mata berlalu dalam kalbu,
ketika satu pinta berlalu,
jawab taktersisa,
Masih ku rasa,
keheningan menemani awal kehidupan,
masihkah selaksa terpatri,
saat jalan menuai duri,
Detik detik berlalu begitu sendu,
tapi tak ku temukan disisiku,
keheningan tetap tak bersuara,
apakah bisa tetap ku panggil,
kau dengan nama CINTA..
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Cinta Oleh R. Hakiem
PINK ROOM
By Yusnia
Dark sky, rain comes
Felt a fear in my mind
But your warm feeling give an energy
Energy made me crazy
You are very cool..!
Sometimes, you are very smooth
But, you have touched my heart
It�s great atmosphere
I like your eyes
I like your smiling
But, I hate my feeling
When I relized, I like you
Six days... we passed together
Six days...we tried to touche our dream
Six days... we got so many experiences
And six days...I known u so well
Secretly, I save that moment
I keep my feeling
It�s just to prove you a confession
My own confession is truth answer
If you asked me
I just wanna say...
Let�s look this time and this air
Start to ask to the wall, atmosphere, and condition
Then you will find it
What I felt
By Yusnia
Dark sky, rain comes
Felt a fear in my mind
But your warm feeling give an energy
Energy made me crazy
You are very cool..!
Sometimes, you are very smooth
But, you have touched my heart
It�s great atmosphere
I like your eyes
I like your smiling
But, I hate my feeling
When I relized, I like you
Six days... we passed together
Six days...we tried to touche our dream
Six days... we got so many experiences
And six days...I known u so well
Secretly, I save that moment
I keep my feeling
It�s just to prove you a confession
My own confession is truth answer
If you asked me
I just wanna say...
Let�s look this time and this air
Start to ask to the wall, atmosphere, and condition
Then you will find it
What I felt
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Pink Room By Yusnia
Penantian Oleh Sella Mauliana
Jumat, 30 November 2012
Posted by Unknown
Tag :
Puisi Cinta,
Puisi Romantis
PENANTIAN
Oleh Sella Mauliana
Seiring waktu berjalan
tetap ku simpan cinta ink untukmu
kadang manis kadang pahit
bukan rasa lidah tapi rasa hati.
Kemarin
janjiku tlah terucap untuk menunggumu
kembali lagi menjemputku.
Kasih
doaku slalu mengiringimu
berusaha untuk kembali padaku
untukku dan hanya padaku.
Aku yakin Tuhan kan bantu kita
melewati beribu sarang penantian
aku yakin atas kuasa-Nya
cinta ini kan kembali pada ujung penantian
Oleh Sella Mauliana
Seiring waktu berjalan
tetap ku simpan cinta ink untukmu
kadang manis kadang pahit
bukan rasa lidah tapi rasa hati.
Kemarin
janjiku tlah terucap untuk menunggumu
kembali lagi menjemputku.
Kasih
doaku slalu mengiringimu
berusaha untuk kembali padaku
untukku dan hanya padaku.
Aku yakin Tuhan kan bantu kita
melewati beribu sarang penantian
aku yakin atas kuasa-Nya
cinta ini kan kembali pada ujung penantian
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Penantian Oleh Sella Mauliana
Alangkah Lucu Senja Ini Oleh Gan-gan Saepul Gandi
Posted by Unknown
Tag :
Puisi Romantis,
Puisi Syukur
ALANGKAH LUCU SENJA INI
Oleh Gan-gan Saepul Gandi
Senja,
Ku menatap langit yang indah,
Entahlah begitu aku terpana oleh panoramanya,
Keindahan apapun akan kalah.
Senja,
Saat aku tersenyum dibuatmu,
Kau memancarkan warna lain yang tak pernah ada,
Ah, aku hanya bisa melihatmu.
Senja,
Kau begitu cepat menghilang tinggalkanku sendiri,
Tapi ku tahu kau akan datang esok, esok dan seterusnya,
Alangkah lucunya senj
Oleh Gan-gan Saepul Gandi
Senja,
Ku menatap langit yang indah,
Entahlah begitu aku terpana oleh panoramanya,
Keindahan apapun akan kalah.
Senja,
Saat aku tersenyum dibuatmu,
Kau memancarkan warna lain yang tak pernah ada,
Ah, aku hanya bisa melihatmu.
Senja,
Kau begitu cepat menghilang tinggalkanku sendiri,
Tapi ku tahu kau akan datang esok, esok dan seterusnya,
Alangkah lucunya senj
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Alangkah Lucu Senja Ini Oleh Gan-gan Saepul Gandi