Tampilkan postingan dengan label Puisi Rindu dan Kangen. Tampilkan semua postingan
Sunyi Tanpamu Disini Oleh Rosal Pribadi Putra
Rabu, 27 Februari 2013
Posted by Unknown
Tag :
Puisi Rindu dan Kangen
SUNYI TANPAMU DISINI
Oleh Rosal Pribadi Putra
Kesunyian Menyelimuti
hingga tiba sang fajar menyelinapi ku disini masih sendiri
tanpamu yang biasa di hati yang tlah terukir indah
dan terbingkai rapi bersamamu, , ,
Adakah di sana kau Rindukan ku
aku disini slalu merindukanmu (.... ....)
tak terbatas oleh Ruang dan waktu
dan adakah rindu ini mash mampu membelai bayangan indah mu dsana
hingga ku mulai menitikkan butiran bening airmataku
Hari, bulan,tahun kini tlah terganti
namun dirimu masih dihati..
ku tau kau kini bukan milikku
tapi cintaku masih milikmu
Yang telah ku tata rapi dengan sayap-sayap cinta kita
namun sayap-sayap itu kini tak berarti
hingga tnggal kenangan-kenangan rindu bersamamu
kini ku bingkai indah kenangan itu
By Rosal Prib�d� Putra
Puisi ini ku tulis untuk mantan kekasihku Feyy MOetzz..
yang kini sulitku lupakan.
Oleh Rosal Pribadi Putra
Kesunyian Menyelimuti
hingga tiba sang fajar menyelinapi ku disini masih sendiri
tanpamu yang biasa di hati yang tlah terukir indah
dan terbingkai rapi bersamamu, , ,
Adakah di sana kau Rindukan ku
aku disini slalu merindukanmu (.... ....)
tak terbatas oleh Ruang dan waktu
dan adakah rindu ini mash mampu membelai bayangan indah mu dsana
hingga ku mulai menitikkan butiran bening airmataku
Hari, bulan,tahun kini tlah terganti
namun dirimu masih dihati..
ku tau kau kini bukan milikku
tapi cintaku masih milikmu
Yang telah ku tata rapi dengan sayap-sayap cinta kita
namun sayap-sayap itu kini tak berarti
hingga tnggal kenangan-kenangan rindu bersamamu
kini ku bingkai indah kenangan itu
By Rosal Prib�d� Putra
Puisi ini ku tulis untuk mantan kekasihku Feyy MOetzz..
yang kini sulitku lupakan.
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Sunyi Tanpamu Disini Oleh Rosal Pribadi Putra
RINTIHAN KALBU
Oleh Liliz
Dalam hitam gelap malam
Ku merintih dan menanti
Bersama semilir angin
Menghembuskan jiwa yang sepi
Dalam terang sinar pagi
Ku berdiri dan menanti
Bersama mentari
Membakar rindu tak bertepi
Kasih...
Dengarlah rintihan kalbu
Yang selalu memanggil namamu
Kasih...
Dengarlah rintihan kalbu
Yang haus akan belaian kasih sayangmu
Kasih...
Dengarlah rintihan kalbu
Yang bisa mati tanpamu
Setiap waktu atau setiap saat
Yang ku jalani
Aku ingin kau ada
Dan selalu ada di sisi ku...
Oleh Liliz
Dalam hitam gelap malam
Ku merintih dan menanti
Bersama semilir angin
Menghembuskan jiwa yang sepi
Dalam terang sinar pagi
Ku berdiri dan menanti
Bersama mentari
Membakar rindu tak bertepi
Kasih...
Dengarlah rintihan kalbu
Yang selalu memanggil namamu
Kasih...
Dengarlah rintihan kalbu
Yang haus akan belaian kasih sayangmu
Kasih...
Dengarlah rintihan kalbu
Yang bisa mati tanpamu
Setiap waktu atau setiap saat
Yang ku jalani
Aku ingin kau ada
Dan selalu ada di sisi ku...
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Rintihan Kalbu Oleh Liliz
Rindu Oleh Nurul Ilmi Fauziah
Selasa, 26 Februari 2013
Posted by Unknown
Tag :
Puisi Rindu dan Kangen
RINDU
Oleh Nurul Ilmi Fauziah
Rindu..
Rindu..
Rindu..
Rindu dihati ini
Tersirat bayangan wajahmu
Gelora asmaraku padam
Aku rindu
Terpikat bayangan wajahmu
Sungguh tak mungkin
Tuhan tolong aku
Rindu ini terpenat dihatiku
Menggoyah pikiran
Memikat kekuatan
Aku rindu..
Air mata bederai dipipiku
Isak tangis bertabur rindu
Kenanganku
Masa laluku
Aku menangis karena rindu
Oleh Nurul Ilmi Fauziah
Rindu..
Rindu..
Rindu..
Rindu dihati ini
Tersirat bayangan wajahmu
Gelora asmaraku padam
Aku rindu
Terpikat bayangan wajahmu
Sungguh tak mungkin
Tuhan tolong aku
Rindu ini terpenat dihatiku
Menggoyah pikiran
Memikat kekuatan
Aku rindu..
Air mata bederai dipipiku
Isak tangis bertabur rindu
Kenanganku
Masa laluku
Aku menangis karena rindu
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Rindu Oleh Nurul Ilmi Fauziah
Aku dan Rasaku Oleh Semut Ireng
Jumat, 22 Februari 2013
Posted by Unknown
Tag :
Puisi Rindu dan Kangen
AKU DAN RASAKU
Oleh Semut Ireng
Apakah.....
kau tahu saat aku menangis
saat aku sendiri menebar kehancuran hati
menyiapkan jiwa untuk pergi
Dimanakah....
kau saat aku memanggilmu
saat aku berkubang kesepian rasa
meringkuk dalam kebekuan
Aku hanya menantimu
saat kau dengan senyummu meninggalkan aku
saat kau membuang raga sepi ini ke pusara gelap
Sadarkah....
saat aku merangkak letih dengan tangisan hampa
saat aku mencari sebuah hati yang meninggalkan aku
aku bersandar ats getirku
Hingga aku bangun meraih imaginasiku
mengepakkan sayap kecilku
mengarungi laut kesepian
yang membawaku hingga saat mautku
Aku telah beku
tiada sadar kau akan rasaku
Oleh Semut Ireng
Apakah.....
kau tahu saat aku menangis
saat aku sendiri menebar kehancuran hati
menyiapkan jiwa untuk pergi
Dimanakah....
kau saat aku memanggilmu
saat aku berkubang kesepian rasa
meringkuk dalam kebekuan
Aku hanya menantimu
saat kau dengan senyummu meninggalkan aku
saat kau membuang raga sepi ini ke pusara gelap
Sadarkah....
saat aku merangkak letih dengan tangisan hampa
saat aku mencari sebuah hati yang meninggalkan aku
aku bersandar ats getirku
Hingga aku bangun meraih imaginasiku
mengepakkan sayap kecilku
mengarungi laut kesepian
yang membawaku hingga saat mautku
Aku telah beku
tiada sadar kau akan rasaku
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Aku dan Rasaku Oleh Semut Ireng
TERIMAKASIH CINTA
Oleh Meika Prasetyawati
Mengapa dan karena apakah aku mengenlmu ??
Mengapa pula aku mengetahui semua kehidupanmu ??
Semua itu membuat pikiranku kacau
Karena bayang - bayangmu selalu ada dalam pikiranku
Kenangan yang duku tak pernah hilang dari pikiranku
Mengapa kau tiba - tiba menghilang begitu saja ??
Apakah itu salahku ??
Aku sangat merindukanmu
Kau tak pernah tau betapa bingungnya aku tanpamu
Kau juga tak tau sebenarnya aku masih berharap padamu
Tuhan ....
Ingin aku melupakannya
Tapi selalu saja aku teringat padanya
Aku berharap dia bisa kembali seperti dulu
Seperti dia menemaniku dikala aku sendiri
Terima kasih ...
Kau telah menemaniku
Kau telah menghiburku
Kau telah mendengarkan semua ceritaku
Oleh Meika Prasetyawati
Mengapa dan karena apakah aku mengenlmu ??
Mengapa pula aku mengetahui semua kehidupanmu ??
Semua itu membuat pikiranku kacau
Karena bayang - bayangmu selalu ada dalam pikiranku
Kenangan yang duku tak pernah hilang dari pikiranku
Mengapa kau tiba - tiba menghilang begitu saja ??
Apakah itu salahku ??
Aku sangat merindukanmu
Kau tak pernah tau betapa bingungnya aku tanpamu
Kau juga tak tau sebenarnya aku masih berharap padamu
Tuhan ....
Ingin aku melupakannya
Tapi selalu saja aku teringat padanya
Aku berharap dia bisa kembali seperti dulu
Seperti dia menemaniku dikala aku sendiri
Terima kasih ...
Kau telah menemaniku
Kau telah menghiburku
Kau telah mendengarkan semua ceritaku
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Terimakasih Cinta Oleh Meika Prasetyawati
Menanti Merpati Putih Oleh Anik
Kamis, 07 Februari 2013
Posted by Unknown
Tag :
Puisi Rindu dan Kangen
MENANTI MERPATI PUTIH
Oleh Anik
Disiniku tersandar seorang diri
menanti kedatangan burung merpati
seolah berharap bersenandung merdu
menghiasi esokku yang syahdu nan pilu
Merpatiku...............
cepatlah kau terbang untukku
mengepakkan sayap-sayap nan indah
melintangi cakrawala
hanya demi sebuah cinta
Aku disini.......
tiada goyahbahkan lelah tuk menanti
hanya demi kehadiranmu seorang diri
meski,hati ini tak yakin kau kan kembali
Oleh Anik
Disiniku tersandar seorang diri
menanti kedatangan burung merpati
seolah berharap bersenandung merdu
menghiasi esokku yang syahdu nan pilu
Merpatiku...............
cepatlah kau terbang untukku
mengepakkan sayap-sayap nan indah
melintangi cakrawala
hanya demi sebuah cinta
Aku disini.......
tiada goyahbahkan lelah tuk menanti
hanya demi kehadiranmu seorang diri
meski,hati ini tak yakin kau kan kembali
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Menanti Merpati Putih Oleh Anik
PERGI
Oleh Semut Ireng
Aku pernah mencari
Lelah...
Hingga letih mendekapku
Sejalan hati yang sepi
Merajuk impiannya
Melintasi awan..
dalam rengkuhannya
Aku tiada lagi berfantasi
Inilah jiwaku
Bukan raga yang menyapamu
Lihat dan jamahlah
Aku telah mati
Merelakan hembusan nafas abadi
Sekian detik aku bersamamu
Saat itu juga pergi melepasku
Lantas buat apa aku menunggu..?
Jika kau rindu..
Panggilah aku di malam mu
Saat gelap merasuki kesunyian
Karena aku adalah jantungmu
Kau takkan bisa lagi memelukku
Namun aku janjikan atasmu
Jiwaku ini milikkmu abadi
Bukan secuil tanah yang menjelma raga
Mengerti lah aku bukan mimpimu
Aku adalah hatimu
Menyinari jalan saat gelapmu
menjadi tongkat saat bimbang
Menjadi sandaranmu saat kau letih
Akan aku bisikkan untaian syair
Menyejukkan langkahmu
Menjadi tumbal atas senyummu
Kenanglah aku
Saat hatimu merasa sepi
Ingatlah aku
Saat jiwamu letih akan duniawi
Oleh Semut Ireng
Aku pernah mencari
Lelah...
Hingga letih mendekapku
Sejalan hati yang sepi
Merajuk impiannya
Melintasi awan..
dalam rengkuhannya
Aku tiada lagi berfantasi
Inilah jiwaku
Bukan raga yang menyapamu
Lihat dan jamahlah
Aku telah mati
Merelakan hembusan nafas abadi
Sekian detik aku bersamamu
Saat itu juga pergi melepasku
Lantas buat apa aku menunggu..?
Jika kau rindu..
Panggilah aku di malam mu
Saat gelap merasuki kesunyian
Karena aku adalah jantungmu
Kau takkan bisa lagi memelukku
Namun aku janjikan atasmu
Jiwaku ini milikkmu abadi
Bukan secuil tanah yang menjelma raga
Mengerti lah aku bukan mimpimu
Aku adalah hatimu
Menyinari jalan saat gelapmu
menjadi tongkat saat bimbang
Menjadi sandaranmu saat kau letih
Akan aku bisikkan untaian syair
Menyejukkan langkahmu
Menjadi tumbal atas senyummu
Kenanglah aku
Saat hatimu merasa sepi
Ingatlah aku
Saat jiwamu letih akan duniawi
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Pergi Oleh Semut Ireng
RINDUKU
Oleh Aniek's
Ku merindu mu
Rindu yang menggelora
Tiada hari tanpa memikirkan mu
Tak pernah ada bosannya
untuk mengingat mu
Badaipun akan ku terjal
Asal ku dapat bersama dengan mu
Hati dan jiwa terus berontak
ingin bertemu
Tak dapat ku menepis
Bayang mu yang slalu terlintas di depan kata
Dapatkah ku bertemu dengan mu ???
Sedang jarak dan waktu slalu memisahkan kita
Akankah kita dapat bersatu dalam indahnya dunia ???
Sedang tembok yang tinggi menjulang membatasi kita
Hanya hati dan perasaan kita_lah yang dapat
mempersatukan kita .
Oleh Aniek's
Ku merindu mu
Rindu yang menggelora
Tiada hari tanpa memikirkan mu
Tak pernah ada bosannya
untuk mengingat mu
Badaipun akan ku terjal
Asal ku dapat bersama dengan mu
Hati dan jiwa terus berontak
ingin bertemu
Tak dapat ku menepis
Bayang mu yang slalu terlintas di depan kata
Dapatkah ku bertemu dengan mu ???
Sedang jarak dan waktu slalu memisahkan kita
Akankah kita dapat bersatu dalam indahnya dunia ???
Sedang tembok yang tinggi menjulang membatasi kita
Hanya hati dan perasaan kita_lah yang dapat
mempersatukan kita .
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Rinduku Oleh Aniek's
Kangen Oleh Kang Imam Al-Jabluk
Sabtu, 29 Desember 2012
Posted by Unknown
Tag :
Puisi Rindu dan Kangen
KANGEN
Oleh Kang Imam Al-Jabluk
Hari Sabtu kau berkunjung ke rumahku
Kau ketuk-ketuk pintu, namun aku sedang tidak ada
Kau mencari tahu ke tetangga, mereka menyuruhmu datang lagi esok saja.
Hari Minggu kau kembali untuk bertamu
Kau ketuk-ketuk lagi pintu rumahku, namun aku masih tidak ada
Kau pun pulang dengan rasa kecewa dan meninggalkan pesan di atas meja.
Hari Senin yang tak ada angin namun udara hangat terbunuh dingin
Kau kembali dengan sedikit menggerutu sambil mengetuk-ngetuk pintu, namun aku masih belum juga ada
Lalu kau lihat pesanmu di atas meja yang masih belum ku baca, kau pun menggeleng-gelengkan kepala dengan beberapa nafas panjang yg kau hela.
Hari Selasa kau melihat jendela kamarku terbuka
Segera kau mendekat lalu tak ragu mengetuk pintu, namun jawabannya sama, aku belum juga ada
"Ada apa dengan dia? kesombongannya melebihi seorang raja", gumammu dalam kesal yang menyela.
Rabu dengan hati penuh ragu namun terbunuh oleh tebalnya rindu
Terburu-buru kau ketuk keras-keras pintu rumahku, dan jawabannya pun masih sama, aku masih belum kunjung ada
Sepertinya kesabaranmu sedikit mulai sirna, kau pun pulang dengan rona wajah merah menyala.
Kamis dengan sedikit gerimis, disela mendung dan sinar matahari yang hampir mulai habis
Kau tidak lagi mengetuk pintu, benakmu menduga sepertinya aku tidak akan pernah ada
Kau hanya berdiri didepan pintu sejenak lalu berlalu begitu saja dan tak pernah lagi kembali untuk selama-lamanya.
Hari Jumat, pintuku tak lagi tertutup rapat, rumahku kini ramai dikunjungi para pelayat
Tapi yang mereka lihat hanyalah aku yang sudah terbujur menjadi mayat
Sekarang aku benar-benar sudah tiada dan tidak akan pernah lagi ada
Namun sayang, sekarang giliran kau disini yang tak ada
Dan berita ini pun tak pernah sampai dan terdengar olehmu ditelinga
Biarlah duka ini tetap menjadi rahasia agar kau tak memberikanku titikkan air mata
Biarlah aku menjadi seseorang yang selalu hidup dimatamu, dipikiranmu, dikehidupanmu, dihatimu...
Hanya seribu maaf yang tak terucap aku tujukan padamu, karena aku tak bisa datang untuk berkunjung ke rumahmu lagi, selamanya...
Dan...
SAYONARA...
Oleh Kang Imam Al-Jabluk
Hari Sabtu kau berkunjung ke rumahku
Kau ketuk-ketuk pintu, namun aku sedang tidak ada
Kau mencari tahu ke tetangga, mereka menyuruhmu datang lagi esok saja.
Hari Minggu kau kembali untuk bertamu
Kau ketuk-ketuk lagi pintu rumahku, namun aku masih tidak ada
Kau pun pulang dengan rasa kecewa dan meninggalkan pesan di atas meja.
Hari Senin yang tak ada angin namun udara hangat terbunuh dingin
Kau kembali dengan sedikit menggerutu sambil mengetuk-ngetuk pintu, namun aku masih belum juga ada
Lalu kau lihat pesanmu di atas meja yang masih belum ku baca, kau pun menggeleng-gelengkan kepala dengan beberapa nafas panjang yg kau hela.
Hari Selasa kau melihat jendela kamarku terbuka
Segera kau mendekat lalu tak ragu mengetuk pintu, namun jawabannya sama, aku belum juga ada
"Ada apa dengan dia? kesombongannya melebihi seorang raja", gumammu dalam kesal yang menyela.
Rabu dengan hati penuh ragu namun terbunuh oleh tebalnya rindu
Terburu-buru kau ketuk keras-keras pintu rumahku, dan jawabannya pun masih sama, aku masih belum kunjung ada
Sepertinya kesabaranmu sedikit mulai sirna, kau pun pulang dengan rona wajah merah menyala.
Kamis dengan sedikit gerimis, disela mendung dan sinar matahari yang hampir mulai habis
Kau tidak lagi mengetuk pintu, benakmu menduga sepertinya aku tidak akan pernah ada
Kau hanya berdiri didepan pintu sejenak lalu berlalu begitu saja dan tak pernah lagi kembali untuk selama-lamanya.
Hari Jumat, pintuku tak lagi tertutup rapat, rumahku kini ramai dikunjungi para pelayat
Tapi yang mereka lihat hanyalah aku yang sudah terbujur menjadi mayat
Sekarang aku benar-benar sudah tiada dan tidak akan pernah lagi ada
Namun sayang, sekarang giliran kau disini yang tak ada
Dan berita ini pun tak pernah sampai dan terdengar olehmu ditelinga
Biarlah duka ini tetap menjadi rahasia agar kau tak memberikanku titikkan air mata
Biarlah aku menjadi seseorang yang selalu hidup dimatamu, dipikiranmu, dikehidupanmu, dihatimu...
Hanya seribu maaf yang tak terucap aku tujukan padamu, karena aku tak bisa datang untuk berkunjung ke rumahmu lagi, selamanya...
Dan...
SAYONARA...
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Kangen Oleh Kang Imam Al-Jabluk
MERINDUKANMU
Oleh Chaniandry
Sekilas bayang dirimu
Yang ku rindukan di hidupku
Andaikan ku bertemu
Ku akan memelukmu
Tanpamu� tak ada� kebahagiaan
Yang slalu� menyelimuti�.. diriku
Di sini� diriku� menunggu� dirimu
Karena aku� merindukanmu
Ingin� diriku� bersama� dengan dirimu
Karena� diriku� sangat� membutuhkanmu
Oleh Chaniandry
Sekilas bayang dirimu
Yang ku rindukan di hidupku
Andaikan ku bertemu
Ku akan memelukmu
Tanpamu� tak ada� kebahagiaan
Yang slalu� menyelimuti�.. diriku
Di sini� diriku� menunggu� dirimu
Karena aku� merindukanmu
Ingin� diriku� bersama� dengan dirimu
Karena� diriku� sangat� membutuhkanmu
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Merindukanmu Oleh Chaniandry
KERINDUAN
Oleh Ikke
Kutatap indah wajahmu wahai ibu
Ku sentuh lembut fotomu wahai ayah
Kucium harum bedakmu wahai adik
Dan ku ingat kisahku bersamamu
Aku tak tahu apakah yang kalian rasakan
Disaat rindu ini terus menemaniku
Ingin aku ikut bersama kalian
Tapi sayang aku tak bisa melakukan itu
Harapanku hanya ingin bersama kalian
Kembali mengukir kisah yang indah bersama kalian
Tersenyum tertawa dan bahagia
ku ingin seperti itu selamanya
Andai kau tahu persaanku
Ingin ku peluk erat tubuhmu
Tuk melepaskan semua rindu ini
Semoga kau dapat merasa & mengerti
Oleh Ikke
Kutatap indah wajahmu wahai ibu
Ku sentuh lembut fotomu wahai ayah
Kucium harum bedakmu wahai adik
Dan ku ingat kisahku bersamamu
Aku tak tahu apakah yang kalian rasakan
Disaat rindu ini terus menemaniku
Ingin aku ikut bersama kalian
Tapi sayang aku tak bisa melakukan itu
Harapanku hanya ingin bersama kalian
Kembali mengukir kisah yang indah bersama kalian
Tersenyum tertawa dan bahagia
ku ingin seperti itu selamanya
Andai kau tahu persaanku
Ingin ku peluk erat tubuhmu
Tuk melepaskan semua rindu ini
Semoga kau dapat merasa & mengerti
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Kerinduan Oleh Ikke
SENANDUNG RINDU
Oleh Ani setia .N.
Senjang waktu berirama sendu.
Inilah jiwaku yang meredup.
Meredup di kesunyian.
Biar kiranya telah terbuai.
Angan malam tak temani kesendirian.
Bayang semu selalu terbias.
Terbias dalam dinding kerinduan.
Hempas rindu di embun senja.
Tersipu merunduk, merenung sendiri.
Di sudut hati ku merindumu.
Tiadalah kiranya kau hiraukan aku.
Biar ku simpan rindu ini.
Tanpamu yang mampu membalas.
Sayang . . .
Dengarkan jerit hati ini.
Kembalilah kau untuk ku.
Temani kesendirianku.
Terangi kesunyianku.
Dan peluk hangat tubuhku.
Jangan kau buat aku merindu kelam.
Oleh Ani setia .N.
Senjang waktu berirama sendu.
Inilah jiwaku yang meredup.
Meredup di kesunyian.
Biar kiranya telah terbuai.
Angan malam tak temani kesendirian.
Bayang semu selalu terbias.
Terbias dalam dinding kerinduan.
Hempas rindu di embun senja.
Tersipu merunduk, merenung sendiri.
Di sudut hati ku merindumu.
Tiadalah kiranya kau hiraukan aku.
Biar ku simpan rindu ini.
Tanpamu yang mampu membalas.
Sayang . . .
Dengarkan jerit hati ini.
Kembalilah kau untuk ku.
Temani kesendirianku.
Terangi kesunyianku.
Dan peluk hangat tubuhku.
Jangan kau buat aku merindu kelam.
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Senandung Rindu Oleh Ani setia .N.
RINDUKU ADINDA
Oleh Utep Sutiana
Mungkin hanya mega,
yang bisa mengantarku segera.
kepada langit,
kusampaikan setumpuk rindu ini,
kepada matahari,
kutitipkan seribu lembar kata-kata indah ini untukmu.
yah....untukmu.
Mungkin gelora ini telah lama berkelana,
dan telah lama pula hasrat ini terpenjara.
Pada cakrawala senja pernah kutanyakan kabarmu.
pada pekat jendela malam pernah jua kukorek ceritamu.
Disini,
disepenggal cerita langit ku bersenandung.
tentang bintang,
tentang terang,
tentang kecupan,
tentang rangkulan.
Adakah kau pun disana rindu,dinda?
padaku?
pada kelana,
pada perjalanan,
pada debu-debu.
Adakah kau inginkanku,dinda?
pada tanah yang kupijak,
pada langit bernaung.
kusampaikan rindu teramat sangatku, padamu.
Oleh Utep Sutiana
Mungkin hanya mega,
yang bisa mengantarku segera.
kepada langit,
kusampaikan setumpuk rindu ini,
kepada matahari,
kutitipkan seribu lembar kata-kata indah ini untukmu.
yah....untukmu.
Mungkin gelora ini telah lama berkelana,
dan telah lama pula hasrat ini terpenjara.
Pada cakrawala senja pernah kutanyakan kabarmu.
pada pekat jendela malam pernah jua kukorek ceritamu.
Disini,
disepenggal cerita langit ku bersenandung.
tentang bintang,
tentang terang,
tentang kecupan,
tentang rangkulan.
Adakah kau pun disana rindu,dinda?
padaku?
pada kelana,
pada perjalanan,
pada debu-debu.
Adakah kau inginkanku,dinda?
pada tanah yang kupijak,
pada langit bernaung.
kusampaikan rindu teramat sangatku, padamu.
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Rinduku Adinda Oleh Utep Sutiana
Kembalilah Padaku Oleh Ira Yunita
Rabu, 05 Desember 2012
Posted by Unknown
Tag :
Puisi Rindu dan Kangen
KEMBALILAH PADAKU
Oleh Ira Yunita
Sayang...
dimanakah dirimu berada saat ini
hatiku resah dan gelisah memikirkanmu setiap detik,menit dan jam
Sayang...
apa kabarmu hari ini...??
aku merindukan pelukkan didekapanmu yang selalu membuat aku merasa nyaman
Sayang...
apakah kau disana merindukanku
seperti aku yang disini selalu merindukan dirimu
Sayang...
aku cinta padamu
aku sayang padamu
kembalilah padaku sayang...
Oleh Ira Yunita
Sayang...
dimanakah dirimu berada saat ini
hatiku resah dan gelisah memikirkanmu setiap detik,menit dan jam
Sayang...
apa kabarmu hari ini...??
aku merindukan pelukkan didekapanmu yang selalu membuat aku merasa nyaman
Sayang...
apakah kau disana merindukanku
seperti aku yang disini selalu merindukan dirimu
Sayang...
aku cinta padamu
aku sayang padamu
kembalilah padaku sayang...
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Kembalilah Padaku Oleh Ira Yunita
KERINDUAN
Oleh Omar
Akulah kerinduan
akulah jembatan perasaan
rahim dari kemanunggalan dwirasa
Ayah dari cinta
Ibu dari kekasih
Dan datang rupaku sebagaimana kebahagiaan
ketika kerinduan itu memiliki satu muara
dan datang wajahku sebagaimana bencana
ketika satu dari keduanya menutup hati dan diam
Demi fajar atas nama kehangatan
kusampaikan salam dari hati pecinta yang kasmaran
kulagukan nyanyian sukacita dari jiwa sang dambaan
Akulah kerinduan
maka raih tanganku, dekap tubuhku
jika kau adalah satu dari orang-orang yang memiliki cinta
Akulah kerinduan
maka campakkan aku, hina aku
jika kau ada disekumpulan orang yang matirasa
Oleh Omar
Akulah kerinduan
akulah jembatan perasaan
rahim dari kemanunggalan dwirasa
Ayah dari cinta
Ibu dari kekasih
Dan datang rupaku sebagaimana kebahagiaan
ketika kerinduan itu memiliki satu muara
dan datang wajahku sebagaimana bencana
ketika satu dari keduanya menutup hati dan diam
Demi fajar atas nama kehangatan
kusampaikan salam dari hati pecinta yang kasmaran
kulagukan nyanyian sukacita dari jiwa sang dambaan
Akulah kerinduan
maka raih tanganku, dekap tubuhku
jika kau adalah satu dari orang-orang yang memiliki cinta
Akulah kerinduan
maka campakkan aku, hina aku
jika kau ada disekumpulan orang yang matirasa
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Kerinduan Oleh Omar
Merindukanmu Kasih Oleh Rossianna
Selasa, 04 Desember 2012
Posted by Unknown
Tag :
Puisi Rindu dan Kangen
MERINDUKANMU KASIH
Oleh Rossianna
Hari demi hariku lewati tanpa kehadiran mu di sisi ku..
Saat rindu menghampiri ku..
Jiwa ini terasa terbelenggu.
Hati ini terasa beku
saat kau tak ada di samping ku..
Kini ku selalu merindukan mu..
Rindu di hati ku
ku ingin selalu bersama mu..
Saat kau peluk aku
tak ingin ku melepaskan mu..
Sayangilah diri ku
jangan pernah kau melukai ku.
Cintailah aku sepenuh hatimu..
Sampai kapan pun
ku tetap menunggu mu
dan ku akan setia untuk selalu menunggu mu,
kekasih ku..
Oleh Rossianna
Hari demi hariku lewati tanpa kehadiran mu di sisi ku..
Saat rindu menghampiri ku..
Jiwa ini terasa terbelenggu.
Hati ini terasa beku
saat kau tak ada di samping ku..
Kini ku selalu merindukan mu..
Rindu di hati ku
ku ingin selalu bersama mu..
Saat kau peluk aku
tak ingin ku melepaskan mu..
Sayangilah diri ku
jangan pernah kau melukai ku.
Cintailah aku sepenuh hatimu..
Sampai kapan pun
ku tetap menunggu mu
dan ku akan setia untuk selalu menunggu mu,
kekasih ku..
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Merindukanmu Kasih Oleh Rossianna
BERTANYALAH
Oleh Semut Ireng
Menangis....?
Tidak...inilah batas emosi hati
Mencari dan melepaskan keluh dan kesah hasrat
Tiada sedih yang melepasku
Inilah tuangan jiwa saat kau jauh
Rindu...
Bahasamu menepiskan perih hati
Aku temukan itu...
Apa..?
Sejenak aku menrenungi
Bukan yang aku ingin
Namun kau yang aku impikan menemani sisa hidupku
Kau bukan cintaku
Tapi...
Kau adalah jiwaku
Kau bukan sayangku
Tapi...
Kau adalah nafasku
Hanya ini bahasa yang biasa aku ucapkan
Tiada puisi maupun bunga dan keromantisan
Inilah hatiku dan bukan bibirku yang berucap
Oleh Semut Ireng
Menangis....?
Tidak...inilah batas emosi hati
Mencari dan melepaskan keluh dan kesah hasrat
Tiada sedih yang melepasku
Inilah tuangan jiwa saat kau jauh
Rindu...
Bahasamu menepiskan perih hati
Aku temukan itu...
Apa..?
Sejenak aku menrenungi
Bukan yang aku ingin
Namun kau yang aku impikan menemani sisa hidupku
Kau bukan cintaku
Tapi...
Kau adalah jiwaku
Kau bukan sayangku
Tapi...
Kau adalah nafasku
Hanya ini bahasa yang biasa aku ucapkan
Tiada puisi maupun bunga dan keromantisan
Inilah hatiku dan bukan bibirku yang berucap
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Bertanyalah Oleh Semut Ireng
RINDU
Oleh Anggita
Sedetik waktu membuka mata...
Semenit waktu membuka hati....
Sejam waktu mengingat cinta yang dulu...
Dan seribu tahun waktu menyimpan rindu...
Hati terkikis dikala bayang itu hadir...
Airmata jatuh dikala belayan itu terasa seakan nyata...
Tubuh beku dikala pelukkan indah itu mencekam ingatanku...
Dan bibir ini gemetar dikala mengingat ciuman terakhir itu.
Akankah semunya kembali nyata menghias hari?
Mungkinkah rasa ini dapat juga kau rasakkan?
Masih ingatkah kau akan wanita ini?
Adakah cinta yang dulu bertahan untukku?
Jika bisa kudapatkan satu kesempatan untuk bertemu,
Akan ku beritahukan kepada seluruh dunia
"Aku masih mencintai Kamu", Dan
"Aku sangat merindukan Kamu".
Oleh Anggita
Sedetik waktu membuka mata...
Semenit waktu membuka hati....
Sejam waktu mengingat cinta yang dulu...
Dan seribu tahun waktu menyimpan rindu...
Hati terkikis dikala bayang itu hadir...
Airmata jatuh dikala belayan itu terasa seakan nyata...
Tubuh beku dikala pelukkan indah itu mencekam ingatanku...
Dan bibir ini gemetar dikala mengingat ciuman terakhir itu.
Akankah semunya kembali nyata menghias hari?
Mungkinkah rasa ini dapat juga kau rasakkan?
Masih ingatkah kau akan wanita ini?
Adakah cinta yang dulu bertahan untukku?
Jika bisa kudapatkan satu kesempatan untuk bertemu,
Akan ku beritahukan kepada seluruh dunia
"Aku masih mencintai Kamu", Dan
"Aku sangat merindukan Kamu".
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Rindu Oleh Anggita
KUJAGAI INI
Oleh Dias Nurhadias
Bolehkah aku meminta banyak waktu padamu tuhan
untuk sebuah gebuan rindu yang ciptakan dentuman
dan untuk serangkaian janji qalbu di batas kelesuan
Lelah diri mengendalikan laju nurani
deras emosi seringkali menghujami
acapkali ku habiskan rindu ini
dengan melena retina mata dalam sunyi
tak hentinya potretmu kupandangi
Meski tak tersenyum
namun kuakui hati ini meranum
memaksa merangkai kata pada tiap dentum
Kau ada terhalang ribuan pandang lain
hingga sulit pertemuan terjalin
atas nama rindu aku menadah ijin
tuhan pertemukan kita meski sesingkat api jilati lilin
Oleh Dias Nurhadias
Bolehkah aku meminta banyak waktu padamu tuhan
untuk sebuah gebuan rindu yang ciptakan dentuman
dan untuk serangkaian janji qalbu di batas kelesuan
Lelah diri mengendalikan laju nurani
deras emosi seringkali menghujami
acapkali ku habiskan rindu ini
dengan melena retina mata dalam sunyi
tak hentinya potretmu kupandangi
Meski tak tersenyum
namun kuakui hati ini meranum
memaksa merangkai kata pada tiap dentum
Kau ada terhalang ribuan pandang lain
hingga sulit pertemuan terjalin
atas nama rindu aku menadah ijin
tuhan pertemukan kita meski sesingkat api jilati lilin
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Kujagai Ini Oleh Dias Nurhadias
MASA LALU
Oleh Putra
Aku bahagia saat mengenang masa masa indah
saat bersamamu..
Meski akhirnya aku akan menangis..
Saat aku sadari kenyataan bahwa kini aku telah
kehilanganmu..
Dalam kekecewaan aku selalu merindukanmu..
Dalam perihnya rasa sakit hatiku masih
mencintaimu..
Andai aku bisa memilih..
Takan ku pilih jalan hidup yang seperti ini..
Aku ingin selalu merasakan kebahagiaan..
Seperti saat kau masih bersamaku..
Jika aku bisa meminta..
Aku ngin waktu yang lebih lama denganmu..Karena aku sungguh mencintaimu..
Dan masih mencintaimu..
Namun kini cintaku telah terbalut rasa kecewa..
Dan rasa sakit yang da dihati ku saat kmu
bersamanya
Sekarang aku udah pergi jauh darimu..
Menghapus semua rasa dalam hatiku..
Dan berhenti mengharapkanmu..
Karena kamu tak pernah mau mengerti akan
perasaanku..
Namun rasa rinduku padamu..
Masih selalu menghantui dan tak mau pergi..
yang membuatku lemah dan tak mampu
melupakanmu..
Mungkin inilah balasan atas rasa cintaku..
Dalam kesunyian harus ku nikmati rasa perihku
sendiri..
Dan aku hanya mampu berharap..
Kebahagiaan menghampiriku..
Suatu saat nanti..
aku sangat mencintaimu
Oleh Putra
Aku bahagia saat mengenang masa masa indah
saat bersamamu..
Meski akhirnya aku akan menangis..
Saat aku sadari kenyataan bahwa kini aku telah
kehilanganmu..
Dalam kekecewaan aku selalu merindukanmu..
Dalam perihnya rasa sakit hatiku masih
mencintaimu..
Andai aku bisa memilih..
Takan ku pilih jalan hidup yang seperti ini..
Aku ingin selalu merasakan kebahagiaan..
Seperti saat kau masih bersamaku..
Jika aku bisa meminta..
Aku ngin waktu yang lebih lama denganmu..Karena aku sungguh mencintaimu..
Dan masih mencintaimu..
Namun kini cintaku telah terbalut rasa kecewa..
Dan rasa sakit yang da dihati ku saat kmu
bersamanya
Sekarang aku udah pergi jauh darimu..
Menghapus semua rasa dalam hatiku..
Dan berhenti mengharapkanmu..
Karena kamu tak pernah mau mengerti akan
perasaanku..
Namun rasa rinduku padamu..
Masih selalu menghantui dan tak mau pergi..
yang membuatku lemah dan tak mampu
melupakanmu..
Mungkin inilah balasan atas rasa cintaku..
Dalam kesunyian harus ku nikmati rasa perihku
sendiri..
Dan aku hanya mampu berharap..
Kebahagiaan menghampiriku..
Suatu saat nanti..
aku sangat mencintaimu
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Masa Lalu Oleh Putra