Tampilkan postingan dengan label Debian. Tampilkan semua postingan


Ingin menyembunyikan status proxy server kita? mungkin dari judul di atas terkesan membingungkan, Oke sekarang akan saya jelaskan sedikit, Begini kronologinya.

Ketika kita menggunakan proxy server kita baik di warnet, ISP, maupun semua bentuk penggunaan proxy server baik itu lusca maupun squid. Kadang kita mulai cek IP Address kita melalui situs seperti Whatsmyip. Nah bila kita menggunakan proxy, maka di sana akan terdeteksi nama proxy server kita. Pertanyaannya. Apakah kita bisa menyembunyikannya ? Jawab: Iya bisa. Dan sangat bisa. Oke tidak usah panjang lebar, mari kita coba aplikasikan semua ini pada mesin proxy kita.

Siapkan dulu mesin proxy kita yanng aktif dan saya asumsikan sobat sudah berada di menu sebagai root / super user dari mesin tersebut. Oke kita lanjutkan. Kemudian silahkan ketikan perintah pengeditan file squid.conf.

    #nano /etc/squid/squid.conf

Lalu pastekan kode berikut ini :

    #hidden proxy
    header_access X-Forwarded-For deny all
    header_access Proxy-Connection deny all
    header_access X-Forwarded-For deny all
    header_access Connection deny all
    header_access Via deny all


Oke silahkan kemudian restart mesin proxy sobat, atau ketikan perintah brikut

    #/etc/init.d/squid restart


Sekarang silahkan cek pada situs ini : http://www.whatismyip.com/ semoga berhasil dan semoga bermanfaat, bila masih belum berhasil silahkan poskan komentar pertanyaan sobat di bawah ini.

Description: [TUTORIAL] Sembunyikan Status Proxy Server Kita
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: [TUTORIAL] Sembunyikan Status Proxy Server Kita

Sedikit informasi, Perbedaan antara user biasa dan super user, ditandai dengan symbol “$” dan “#” pada terminal. Untuk login ke super user gunakan perintah : # su

    root@mr-ekoapriadi:~$ whoami
    eko
    root@mr-ekoapriadi:~$ su
    Password: (masukan password root)
    mr-ekoapriadi:/home/eko# whoami
    root

Network Interface Card (NIC) atau Ethernet di linux diberi nama eth0, eth1, eth2, dst. Dan untuk interface Local Loopback diberi nama lo. Untuk mengetahui interface apa saja yang terpasang pada server Debian, gunakan perintah ifconfig berikut.

    mr-ekoapriadi:/home/eko# ifconfig


Kemudian bila eth yang kita harapkan belum muncul padahal bila dilakukan perintah # mii-tool terlihat device eth0, eth1 dst. Maka gunakan perintah berikut ini

    mr-ekoapriadi:/home/eko# ifconfig eth0 up
    mr-ekoapriadi:/home/eko# ifconfig


1. (IP SEMENTARA)

Semua peralatan yang terhubung ke jaringan computer, membutuhkan alamat khusus yang disebut Ip Address. Agar semua peralatan tersebut dapat berhubungan satu sama lain. Oleh sebab itu, Network Interface Card tidak akan berarti apa-apa, jika Ip Address pada interface tersebut tidak diset terlebih dahulu.

Memberi Ip Address pada linux debian tidaklah sulit. Untuk cara cepatnya, gunakan perintah singkat dibawah ini.

    mr-ekoapriadi:/home/eko# ifconfig eth0 192.168.10.1 netmask 255.255.255.0 up

>>untuk mengecek apakah ip address sudah aktif kita bisa cek dengan cara :

        mr-ekoapriadi:/home/eko# ping  192.168.10.1

Kelemahan perintah di atas adalah, jika computer booting ulang, maka konfigurasi Ip Address tersebut akan hilang.

2. (IP PERMANEN)

Untuk itu kita harus mengedit file interfaces, agar konfigurasi tersebut tidak hilang walaupun computer booting ulang. Kita bisa menggunakan aplikasi text editor vim, vi, nano, gedit¸ ataupun yang lainya untuk mengedit file tersebut. Saya sarankan, lebih baik Anda menggunakan editor nano saja.

    mr-ekoapriadi:/home/eko# nano /etc/network/interfaces

Kata auto yang terletak di depan nama suatu interface, menandakan bahwa interface tersebut akan dinyalakan secara otomatis pada saat computer booting. Interface lo tidak memiliki konfigurasi Ip Address, karena lo digunakan sebagai loopback sehingga memiliki Ip Address yang pasti yakni 127.0.0.1. Alamat IP ini digunakan oleh computer untuk berkomunikasi dengan dirinya sendiri. Konfigurasi Ip Address untuk ethO harus diberikan secara manual, karena interface tersebut menggunakan IP statis.

Agar konfigurasi tersebut dapat langsung dijalankan, kita harus merestart terlebih dahulu service networking.

    mr-ekoapriadi:/home/eko# /etc/init.d/networking restart

Jika ingin menambahkan interface lagi, tinggal tambahkan script seperti diatas, pada baris paling bawah. Dan ganti etho, menjadi eth1, eth2, eth3, dan seterusnya. Untuk melihat table routing pada linux, gunakan perintah berikut.

    mr-ekoapriadi:/home/eko# route -n

Sumber: Berbagai sumber, http://situsewoko.blogspot.com/2013/02/utorial-konfigurasi-ip-address-pada-debian.html#ixzz2LhudXEXD
Description: [TANYA JAWAB] Konfigurasi IP Address pada Debian
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: [TANYA JAWAB] Konfigurasi IP Address pada Debian
Welcome to My Blog

Popular Post

Labels

Followers

- Copyright © 2013 shad0w-share | Designed by Johanes Djogan -