Tampilkan postingan dengan label Modul Office. Tampilkan semua postingan

Macro di Excel

Jumat, 01 April 2011
Posted by Unknown
Macro di dalam Excel adalah procedure di dalam VBA project (Microsoft Visual Basic) yang dapat dibuat oleh kita, baik dengan cara merekam dari berbagai aktifitas yang sudah kita lakukan di dalam Excel, maupun dibuat dengan cara mengetik sendiri secara langsung. Macro berguna untuk menjalankan berbagai aktifitas yang sering kita lakukan sehari-hari di dalam Excel, sehingga kita tidak perlu lagi mengulangnya secara manual.

Tempat penyimpanan macro dibagi menjadi dua, yakni di dalam workbook itu sendiri (This Workbook dan New Workbook) dan di dalam personal workbook (Personal Macro Workbook). Jika kita menyimpan macro di dalam workbook itu sendiri, maka macro dapat dijalankan hanya oleh workbook tersebut. Namun jika kita menyimpan macro di dalam personal workbook, maka macro dapat dijalankan oleh seluruh workbook yang aktif dibuka pada aplikasi Microsoft Excel.

Merekam Macro

Untuk merekam macro, silahkan ikuti langkah-langkah sebagai berikut:

1. Klik menu Tools � Macro � Record New Macro.

2. Ketikan nama macronya, misalnya �TestMacro�.



3. Shortcut key adalah kombinasi tombol pada keyboard yang dapat kita tekan untuk menjalankan macro ini. Jadi kita tidak perlu membuat ataupun membuka menu untuk menjalankan macro ini. Kotak ini tidak perlu diisi jika macro kita jarang digunakan.

4. Pada kotak Store macro in, terdapat tiga pilihan untuk menyimpan macro, yakni This Workbook, New Workbook dan Personal Macro Workbook. Pilihlah This Workbook jika kita ingin macro disimpan di dalam workbook yang sedang aktif. Pilihlah New Workbook jika kita ingin macro disimpan di dalam workbook baru. Pilihlah Personal Macro Workbook jika kita ingin macro disimpan di dalam workbook Personal.xls. Jika kita simpan macro di dalam Personal Macro Workbook, maka macro yang kita rekam akan dapat dijalankan oleh seluruh workbook yang aktif dibuka pada aplikasi Microsoft Excel.

5. Klik OK, maka segala aktifitas yang kita kerjakan di dalam Excel akan langsung direkam, kemudian dikonversi kedalam procedure di dalam VBA project.

6. Silahkan pilih/blok range A1:B3.



7. Hentikan proses perekaman, yakni dengan cara klik tombol stop.

Melihat/Mengedit Macro
1. Klik menu Tools � Macro � Visual Basic Editor.

2. Pilihlah workbook tempat penyimpanan macro yang sudah kita buat ini, lalu pilih Modules, kemudian klik dua kali nama module yang terakhir (pada contoh ini adalah Module1).


3. Maka terlihat disana procedure VBA yang sudah kita lakukan di dalam Excel, yakni memilih range A1:B3.

4. Tambahkan pada baris sebelum End Sub kode sebagai berikut:

MsgBox "Macro Selesai di Run."


5. Close VBA ini, lalu kembali ke workbook kita.


Persiapan Sebelum Menggunakan/Menjalankan Macro

Macro hanya dapat dijalankan jika macro yang kita buat tersebut di aktifkan. Untuk itu, kita harus memberi izin (enable) macro tersebut agar dapat dijalankan di dalam Excel. Silahkan klik menu Tools � Macro � Securty. Pilihlah level �Medium�.


Jika kita nanti membuka file Excel yang di dalamnya terdapat macro, maka Excel akan menanyakan apakah macro tersebut akan di disable atau di enable. Jika kita yakin macro tersebut memang kita yang membuatnya, atau mungkin juga orang lain yang membuatnya namun macro tersebut aman, maka pilihlah Enable Macros. Namun jika kita ragu-ragu, yakni macro tersebut mungkin berbahaya, pilih Disable Macros.


Menjalankan/Run Macro

1. Pilih cell A1. Untuk mencoba menjalankan macro yang sudah kita rekam tadi, klik menu Tools � Macro � Macros.


2. Pilih macro TestMacro, lalu klik Run.

3. Maka terlihat range A1:B3 diblok secara otomatis. Lalu muncul pesan sebagai berikut:


Untuk tahap selanjutnya, kita dapat membuat macro yang komplek, yang berisi berbagai aktifitas di dalam Excel.




KOMENTAR ANDA SANGAT BERMANFAAT BAGI PERKEMBANGAN BLOG INI
Description: Macro di Excel
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Macro di Excel
Silahkan klik menu File � Page Setup. Terdapat 4 tab utama pada Page Setup ini.
Tab Page

Pada tab Page ini, terdapat 5 kotak utama sebagai berikut:

1. Orientation, yang digunakan untuk memilih jenis/format halaman yang akan digunakan, yakni landscape (horizontal) and portrait (vertikal).

2. Scaling, digunakan untuk memperbesar atau memperkecil tampilan worksheet atau range yang kita pilih saat hendak di print atau print preview. Pilihlah adjust to 100% jika hendak melihat tampilan aslinya. Atau kita bisa juga memilih check box �Fit to� untuk membuat beberapa halaman menjadi satu halaman atau lebih.

3. Paper size, digunakan untuk memilih jenis atau ukuran kertas, diantaranya Letter, Legal, A4 atau size lainnya yang terdapat pada print yang diinstall.

4. Print quality, digunakan untuk memilih resolusi kualitas print pada worksheet yang sedang aktif dibuka. Resolusi adalah ukuran untuk menentukan berapa banyak titik (dot) per 1 inch2, atau disingkat juga DPI (dots per linear inch). Resolusi ini akan disesuaikan dengan printer yang diinstall pada PC kita. Semakin besar resolusi yang digunakan, maka akan semakin bagus kualitas cetakan yang dihasilkan, dan hal ini akan lebih terasa saat mencetak gambar atau grafik (chart).

5. First page number, digunakan untuk menetapkan nomor halaman pertama. Jika kita isi dengan nilai 1, maka halaman akan dimulai dari halaman 1.
Tab Margins

Tab margins digunakan untuk menset beberapa pilihan margin, diantaranya adalah:

1. Top, Bottom, Left, dan Right. Top digunakan untuk menset seberapa jauh jarak antara sisi paling atas kertas dengan isi utama pada worksheet kita. Bottom digunakan untuk menset seberapa jauh jarak antara sisi paling bawah kertas dengan isi utama pada worksheet kita. Left digunakan untuk menset seberapa jauh jarak antara sisi paling kiri kertas dengan isi utama pada worksheet kita. Right digunakan untuk menset seberapa jauh jarak antara sisi paling kanan kertas dengan isi utama pada worksheet kita. Isilah margin yang kita inginkan, kemudian tekan tombol Preview untuk melihat hasilnya.

2. Header dan Footer. Header digunakan untuk mengisi nilai seberapa jauh jarak dari sisi paling atas kertas. Nilai header harus lebih kecil dari Top. Sedangkan Footer digunakan untuk mengisi nilai seberapa jauh jarak dari sisi paling bawah kertas. Nilai Footer harus lebih kecil dari Bottom.

3. Center on page, digunakan untuk menset letak/posisi pertengahan data pada worksheet kita saat di print atau print preview. Pilihlah check box Vertically, jika kita ingin data kita diletakkan pada posisi paling tengah dalam mode vertikal. Pilihlah check box Horizontally, jika kita ingin data kita diletakkan pada posisi paling tengah dalam mode horizontal. Atau pilihlah keduanya (Vertically dan Horizontally) jika kita ingin data kita diletakkan pada posisi paling tengah dalam mode vertikal dan horizontal secara sekaligus.
Tab Header/Footer

Header digunakan untuk menampilkan data yang selalu terlihat pada sisi atas setiap halaman worksheet kita. Sedangkan Footer digunakan untuk menampilkan data yang selalu terlihat pada sisi bawah setiap halaman worksheet kita. Kita dapat memilih jenis atau isi header dan footer yang kita inginkan pada combo box header dan footer yang tersedia secara built-in. Jika kita menginginkan format yang lain, bisa dengan cara klik tombol �Custom Header� atau �Custom Footer�.
Tab Sheet

Terdapat 4 kotak utama pada tab Sheet ini, diantaranya adalah:

1. Print area, digunakan untuk memilih area yang akan kita print. Sebagai contoh, dalam beberapa halaman yang terdapat pada worksheet kita, inginnya hanya data dari sell A1 sampai dengan sell C10 saja yang di print. Maka kita dapat memilih area A1:C10 tersebut pada print area ini.

2. Print titles, digunakan untuk membuat judul worksheet sehingga ia akan akan ditampilkan pada setiap halaman saat berada pada mode print preview atau print. Pilihlah �Rows to repeat� jika kita ingin baris tertentu ditampilkan pada setiap halaman. Dan pilihlah �Columns to repeat� jika kita ingin baris tertentu ditampilkan pada setiap halaman. Fasilitas ini sangat berguna manakala dalam table yang kita buat, judul kolom inginnya selalu ditampilkan pada setiap halaman, sehingga kita tidak perlu membuat judul kolom pada setiap halaman.

3. Print, digunakan untuk menentukan format atau tampilan worksheet saat di print preview atau di print. Terdapat beberapa pilihan, diantaranya mode gridlines, yakni setiap grid akan ikut ditampilkan. Mode berwarna (color) atau hitam putih (black and white), dan lain-lain. Kita juga dapat menghilangkan tampilan setiap error dengan cara mengisi nilai combo box Cell error as: .

4. Page order, digunakan untuk mengurutkan setiap halaman yang akan di print atau print preview, apakah dalam mode �Down, then over� atau dalam mode �Over, then down�. Ini dapat disesuaikan dengan format penulisan setiap halaman yang sudah kita lakukan, namun umumnya orang lebih banyak menulis menggunakan mode �Down, then over�.



KOMENTAR ANDA SANGAT BERMANFAAT BAGI PERKEMBANGAN BLOG INI
Description: Page Setup Excel 2003
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Page Setup Excel 2003
Pie Chart
Saat membaca artikel di Seomoz, saya tertarik dengan tampilan pie chart pada artikel tersebut. Pertama, pie chartnya berbentuk cembung (mengingatkan saya pada permen m&m). Kedua, warna latar chart yang gelap. Sehingga secara keseluruhan tampilan chart sangat menarik dan elegan.

Chart tersebut dibuat menggunakan Apple Numbers. Saya coba membuatnya di Excel 2007 dan berikut ini adalah langkah-langkahnya.

  • Pilih range data, yaitu sel A1:B5.
    Data Chart
  • Pada Insert tab, grup Charts, klik Pie dan pilih bentuk seperti contoh di bawah ini.
    Pie Chart Type
  • Mengganti Chart Styles.
    Klik Design tab pada Chart Tools. Pada grup Chart Styles klik tombol More More Button image dan pilih style seperti gambar di bawah ini.
    Pie Chart Style
  • Atur Chart Layout.
    Pada Chart Tools, Design tab, grup Chart Layouts, klik tombol More More Button image dan pilih Layout 6.
    Pie Chart Layout
    Tampilan chart akan seperti gambar di bawah ini.
    Tampilan Awal Pie Chart
  • Selanjutnya kita akan mengatur format 3-D chart. Pada Chart Tools, Layout tab, grup Background, klik 3-D Rotation.
  • Atur 3-D Format (untuk mengatur background chart) seperti gambar berikut. Pilih Soft Round untuk Bevel (Top dan Bottom).
    3-D Format
  • Atur 3-D Rotation (untuk membuat permukaan cembung pada chart) seperti gambar berikut.
    3-D Rotation
    Sekarang tampilan chart akan seperti ini.
    Tampilan Pie Chart setelah Format 3-D
  • Ubah warna chart.
    Pilih satu bagian chart yang ingin diubah warnanya (misalnya: Strawberry) dengan cara double click. Pada Format tab, grup Shape Styles, klik tanda panah Shape Fill dan pilih warna yang diinginkan.
    Shape Style
    Catatan : Warna mengikuti theme yang digunakan. Tutorial ini menggunakan theme Office.

  • Atur posisi Legend.
    Pada Layout tab, grup Labels, klik Legend dan pilih Show Legend at Bottom.
    Chart Labels

    Kemudian klik dan geser Legend sedikit ke atas.
  • Format Legend.
    Klik pada Legend di chart. Pada Format tab, grup Shape Styles, klik tanda More More Button image pada Shape Styles dan pilih Moderate Effect - Accent 5.
    Shape Styles
  • Ubah warna background pada chart.
    Pada Format tab, grup Shape Styles, klik tanda panah Shape Fill dan pilih warna seperti contoh di bawah ini (Black,Text 1, Lighter 5%).
    Shape Fill
  • Tampilan akhir chart yang sudah selesai diformat akan seperti ini.
    Pie Chart
Tip:
Untuk mengatur Label Data ditampilkan di bagian luar chart: Pada Chart Tools, Layout tab, grupLabels, klik Data Labels dan pilih Outside End.



KOMENTAR ANDA SANGAT BERMANFAAT BAGI PERKEMBANGAN BLOG INI
Description: Cara Membuat Grafik (Chart ) yang Elegan di Excel 2007
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Cara Membuat Grafik (Chart ) yang Elegan di Excel 2007
Welcome to My Blog

Popular Post

Labels

Followers

- Copyright © 2013 shad0w-share | Designed by Johanes Djogan -