Tampilkan postingan dengan label Puisi Cinta. Tampilkan semua postingan
Temaram Senja di Kotaku Oleh Bambang Sukmadji
Rabu, 27 Februari 2013
Posted by Unknown
Tag :
Puisi Cinta
TEMARAM SENJA DI KOTAKU
Oleh Bambang Sukmadji
Kotaku menenggelamkan seluruh tubuhku
meski aku dilahirkan di sini...
aku kokohkan sendi tulangku sendiri,
agar temaram senja tak menjauhkan aku
kotaku tak menyisakan satupun yang kumiliki
telah aku benahi segalanya, tatapan mataku, kayuh kakiku
beribu mulut parau melemparku hingga pucuk ilalang
Semua nampak tak sedikitpun meraih eksotis mawar
padahal dengan angin kembara aku hiaskan
di wajah kotaku, yang menyimpan seribu sembilu
aku tersudut di kotaku sendiri, namun semuanya
memburu detik, demi sayap sayap burung merak
aku sekejap dalam separo nafasku
Segalanya memang Kodrat dan Iradat dariNYA
aku sambut dengan percikan air kembang
dan bentangan puji memenuhi kamarku, aku menggapai arti
lantas sederetan puncak bukit menyerpihkan asa padaku
hingga aku meluruskan batas pandang
kotaku tertinggal di jauh detik yang menerkamku
Di kota ini.....
kembali aku lahir, dengan selendang bidadari
dan angin sejuk membawakan keranjang hidup
aku bersama wewangi bunga setaman
indah menggurat wajah pagi, tanpa suara parau
tanpa layu bunga, tanpa hunian gersang dan tanpa
debu debu kemarau yang menderaku
Bukankah aku lahir di kotaku
dengan semburat awan jingga dan tujuh warna pelangi?
lantas mengapa kau diam membisu, saat aku berkemas
dengan dewa dewi Indraloka bertabur tarian gadis manja
barangkali lantaran aku terselip dalam nyanyi jalang
burung hantu di siang hari bolong
Sehingga semua tertawan dalam tawa renyah
lantas aku melipatkan sayap, menukik tubuhku
memunguti bumiku sendiri...lengang
aku tak akan pernah melempar wajah berkerut
tetaplah kau kotaku dalam biru rinduku
karena aku terlahir sebagai tulang dan daging
Hari hari adalah miliku sendiri
hari hari adalah langkahku sendiri
hari hari adalah wajahku sendiri
Aku terselip di kotaku yang baru, yang melahirkan
kasih suci bersama istri dan anaku
Semarang, 14 Desember 2012
Bambang Sukmadji
MA Futuhiyyah 1 Mranggen Demak JATENG
Oleh Bambang Sukmadji
Kotaku menenggelamkan seluruh tubuhku
meski aku dilahirkan di sini...
aku kokohkan sendi tulangku sendiri,
agar temaram senja tak menjauhkan aku
kotaku tak menyisakan satupun yang kumiliki
telah aku benahi segalanya, tatapan mataku, kayuh kakiku
beribu mulut parau melemparku hingga pucuk ilalang
Semua nampak tak sedikitpun meraih eksotis mawar
padahal dengan angin kembara aku hiaskan
di wajah kotaku, yang menyimpan seribu sembilu
aku tersudut di kotaku sendiri, namun semuanya
memburu detik, demi sayap sayap burung merak
aku sekejap dalam separo nafasku
Segalanya memang Kodrat dan Iradat dariNYA
aku sambut dengan percikan air kembang
dan bentangan puji memenuhi kamarku, aku menggapai arti
lantas sederetan puncak bukit menyerpihkan asa padaku
hingga aku meluruskan batas pandang
kotaku tertinggal di jauh detik yang menerkamku
Di kota ini.....
kembali aku lahir, dengan selendang bidadari
dan angin sejuk membawakan keranjang hidup
aku bersama wewangi bunga setaman
indah menggurat wajah pagi, tanpa suara parau
tanpa layu bunga, tanpa hunian gersang dan tanpa
debu debu kemarau yang menderaku
Bukankah aku lahir di kotaku
dengan semburat awan jingga dan tujuh warna pelangi?
lantas mengapa kau diam membisu, saat aku berkemas
dengan dewa dewi Indraloka bertabur tarian gadis manja
barangkali lantaran aku terselip dalam nyanyi jalang
burung hantu di siang hari bolong
Sehingga semua tertawan dalam tawa renyah
lantas aku melipatkan sayap, menukik tubuhku
memunguti bumiku sendiri...lengang
aku tak akan pernah melempar wajah berkerut
tetaplah kau kotaku dalam biru rinduku
karena aku terlahir sebagai tulang dan daging
Hari hari adalah miliku sendiri
hari hari adalah langkahku sendiri
hari hari adalah wajahku sendiri
Aku terselip di kotaku yang baru, yang melahirkan
kasih suci bersama istri dan anaku
Semarang, 14 Desember 2012
Bambang Sukmadji
MA Futuhiyyah 1 Mranggen Demak JATENG
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Temaram Senja di Kotaku Oleh Bambang Sukmadji
PENANTIAN PANJANG
Oleh Khotimun
Tak ku sadari kini aku telah terbiasa tanpamu..
tapi,..
yang belum aku biasakan adalah jalani hidup tanpa berpikiran tentang dirimu...
Kau masih ada,bahkan akan selalu ada..
ada di dalam hati dan pikiranku..
meski kau tak akan pernah kembali padaku..
Aku tetap disini untukmu,,
walau selamanya aku akan tetap disini untukmu..
hingga kau sadar bahwa tak ada yang lebih setia lagi dalam hidupmu,kecuali aku..
Meski kau tak pernah mencapai rasa sadarmu,
aku akn tetap disini untukmu,
berharap kau akan menoleh dan kembali menyusulku..
Ini bukanlah sekedar puisi,..
ini adalh secuil ungkapan hatiku untukmu...
ku harap kau disana tersenyum dan mengerti akn perasaanku disini,
aku masih menyayangimu,sama seperti dulu,bahkan bertambah.
dan aku akn menyimpan rasa ini hanya pada 3 waktu..
sekarang,besok dan selamanya...
Oleh Khotimun
Tak ku sadari kini aku telah terbiasa tanpamu..
tapi,..
yang belum aku biasakan adalah jalani hidup tanpa berpikiran tentang dirimu...
Kau masih ada,bahkan akan selalu ada..
ada di dalam hati dan pikiranku..
meski kau tak akan pernah kembali padaku..
Aku tetap disini untukmu,,
walau selamanya aku akan tetap disini untukmu..
hingga kau sadar bahwa tak ada yang lebih setia lagi dalam hidupmu,kecuali aku..
Meski kau tak pernah mencapai rasa sadarmu,
aku akn tetap disini untukmu,
berharap kau akan menoleh dan kembali menyusulku..
Ini bukanlah sekedar puisi,..
ini adalh secuil ungkapan hatiku untukmu...
ku harap kau disana tersenyum dan mengerti akn perasaanku disini,
aku masih menyayangimu,sama seperti dulu,bahkan bertambah.
dan aku akn menyimpan rasa ini hanya pada 3 waktu..
sekarang,besok dan selamanya...
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Penantian Panjang Oleh Khotimun
DALAM BAYANGKU
Oleh Dwi Siska M.S
Aku mengenangmu
Lewat siluet kata
Aku membayangkanmu
Terlihat dalam fatamorgana
Angin memberikan pertanda
Dan membawaku ke alam cinta
Hinggaku terhempas sejauh tak kukira
Aku tertidur dalam setiap bayangku
Yang terus memanggil namamu
Apa yang harus aku lalukan
Untuk sejenak melepas banyangan itu
Dan lagi kau telah menguasainya
Hingga aku terlarut
Dalam bayangku tentangmu
Oleh Dwi Siska M.S
Aku mengenangmu
Lewat siluet kata
Aku membayangkanmu
Terlihat dalam fatamorgana
Angin memberikan pertanda
Dan membawaku ke alam cinta
Hinggaku terhempas sejauh tak kukira
Aku tertidur dalam setiap bayangku
Yang terus memanggil namamu
Apa yang harus aku lalukan
Untuk sejenak melepas banyangan itu
Dan lagi kau telah menguasainya
Hingga aku terlarut
Dalam bayangku tentangmu
Rating: 4.5
Reviewer: Unknown
ItemReviewed: Dalam Bayangku Oleh Dwi Siska M.S