Posted by : Ham JavaNet Sabtu, 23 Maret 2013



Menurut para ahli di bidang air minum, ada beberapa jenis air minum yang saat ini beredar di pasaran bebas, seperti yang Samsoftware-cyber kutip dari laman Kompasiana, yaitu:
  • Air Artesian:
Berasal dari sumber yang terlindungi (aquifier); Level sumber air harus berada dalam ketinggian tertentu diatas sumber air aquifier; Dikenal juga dengan air sumur artesian.
  • Air Distilasi
Air yang telah diubah menjadi uap untuk menghilangkan segala unsur yang ada pada sumber; Uap kemudian didinginkan untuk menjadi air yang layak diminum - tanpa mineral apapun; Karena bersifat tidak mengandung mineral apapun, air distilasi sering dipergunakan untuk fabrikasi obat-obatan dan juga sebagai campuran obat-obatan kering.
  • Air ber-fluor
Mengandung fluor yang ditambahkan pada air, dengan jumlah sesuai dengan ketentuan department kesehatan; Beberapa sumber mata air & sumur artesian mengandung fluor secara alami, dalam jumlah yang sedikit.
  • Air Mineral
Harus mengandung tidak kurang dari 250 ppm (parts per million) total dissolved solids (TDS) atau total unsur padat yang biasanya adalah mineral di dalam air; Harus diambil dari sumber air bawah tanah yang secara geologis maupun fisik terlindungi; Dibedakan dari jenis air lain dengan ditemukannya berbagai jenis mineral di dalam air; Pada air mineral tidak boleh diberikan mineral tambahan.
  • Air Purifikasi
Di produksi secara distilisasi, ionisasi, reverse osmosis atau methoda lain yang sesuai dan diperbolehkan oleh standard purifikasi air yang berlaku; Biasa juga disebut sebagai air demin (demineralised water - air tanpa mineral)
  • Air karbonasi
Berisi carbon dioxide setelah melalui perlakuan khusus; Air soda, air tonic bukan air minum & dimasukkan dalam kategori.
  • Air sumber gunung (mengalir sendiri)
Didapat dari bawah tanah dan mengalir dengan sendirinya menuju ke permukaan bumi; Keluar dari bawah bumi, dari bentuk-bentuk yang terjadi pada jaman dahulu kala; Harus diambil dari mata air langsung atau melalui pengeboran untuk menampung & mencari lokasi air sumber bawah tanah ini.

Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang diproses dengan distilasi atau reverse osmosis tidak banyak mengandung ion fluor yang seringkali ditemukan di dalam air tanah. Air ini dapat meningkatkan kemungkinan kerusakan gigi karena kurangnya elemen ini, apabila tidak ditambah dengan pasokan fluor dari sumber makanan & minuman lain.

AMDK yang mengandung terlalu banyak mineral & tidak sesuai dengan Standard Nasional Indonesia yang berlaku, juga tidak baik untuk tubuh dan konsumsi yang berlebihan akan menimbulkan hypercalcemia (kondisi kelebihan kalsium) yang akan meningkatkan resiko batu ginjal dalam jangka waktu panjang.

Description: Tips Memilih Air Minum yang Baik
Rating: 4.5
Reviewer: Ham JavaNet
ItemReviewed: Tips Memilih Air Minum yang Baik

Leave a Reply

Monggo Tinggalkan Jejak Kaks :)

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

Popular Post

Labels

Arsip Blog

Followers

- Copyright © 2013 shad0w-share | Designed by Johanes Djogan -